Pendidikan

Kemenag Salurkan Bantuan Rp6,4 Miliar untuk 64 Madrasah Terdampak Banjir di Sumbar

Kemenag Salurkan Bantuan Rp6,4 Miliar untuk 64 Madrasah Terdampak Banjir di Sumbar
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, saat meninjau langsung MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026).
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id) – Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan penanganan dampak banjir sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di Sumatera Barat. Setiap lembaga menerima bantuan Rp100 juta yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

Rincian bantuan tersebut meliputi 22 madrasah negeri dengan total Rp2,2 miliar, 29 madrasah swasta sebesar Rp2,9 miliar, serta 13 RA dengan total Rp1,3 miliar.

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag juga memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) madrasah yang terdampak banjir tetap berjalan pascabencana.

Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, saat meninjau langsung MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kedua madrasah tersebut terdampak cukup parah akibat banjir. Bahkan, bangunan MTs Selasar Air dilaporkan hanyut dan tidak tersisa.

Untuk sementara, proses KBM dilaksanakan di area masjid setempat.
Amien Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan pada pemulihan sarana dan prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Amien dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar sehingga aktivitas pembelajaran kembali berjalan.

Amien menambahkan, Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, wali murid, dan seluruh pihak yang bergotong royong membantu pemulihan madrasah.

“Semangat gotong royong inilah yang mempercepat pemulihan. Kami berkomitmen terus mendukung perbaikan fasilitas melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amien Suyitno didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat Mustafa, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Agam Thomas Febria, Kabag Umum Pendis Abdullah Hanif, serta jajaran pimpinan madrasah setempat.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pendidikan madrasah tetap berjalan di tengah bencana.(id11)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE