LPPM USU Beri Solusi Konflik Manusia Dan Harimau Di Timbang Lawan

  • Bagikan
LPPM USU Beri Solusi Konflik Manusia Dan Harimau Di Timbang Lawan
Tim Desa Binaan LPPM USU saat berfoto bersama di Desa Timbang Lawan. (Waspada/Ist)

MEDAN (Waspada) Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) memberikan solusi terkait manusia dan harimau di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Solusi yang ditawarkan dengan menjadikan Timbang Lawan sebagai Desa Wisata berbasis kearifan lokal dan keindahan sumberdaya alam yang memadukan pesona unggulan Sungai Bahorok, kebun, dan hutan.

Hal itu berdasarkan analisis situasi, tim Desa Binaan LPPM USU yang diketuai Dr Pindi Patana, S.Hut., M.Si dalam pers rilis yang diterima Waspada, Sabtu (30/12). Dr Pindi awalnya, menyampaikan, pihaknya telah melakukan pembinaan di Desa Timbang Lawan dengan tema Membangun Kemandirian Desa dalam Mitigasi Konflik Manusia dan Harimau.

“Tema ini diangkat dari permasalahan deforestasi yang terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang berbatasan langsung dengan Desa Timbang Lawan, Kec. Bohorok, Kabupaten Langkat. Akibat yang dirasakan oleh warga Desa Timbang Lawan, selain berupa bencana ekologis seperti banjir yang merusak lahan pertanian dan perkebunan, juga bencana sosial berupa serangan harimau terhadap ternak warga,”katanya.

Menurut Dr Pindi, bencana sosial inilah yang juga berpotensi menjadi konflik antara manusia dengan harimau. “Bertitik tolak dari permasalahan tersebut dan analisis situasi, tim Desa Binaan LPPM USU yang saya menawarkan alternatif solusi menjadikan Timbang Lawan sebagai Desa Wisata berbasis kearifan lokal dan keindahan sumberdaya alam yang memadukan pesona unggulan Sungai Bohorok, kebun, dan hutan,”ujarnya.

Dr Pindi pun mengakui, terdapat berbagai obyek wisata alam di Desa Timbang Lawan yang banyak dikunjungi masyarakat tetapi belum dikelola secara optimal, antara lain pantai datuk landak, lubuk larangan, makam datuk landak, air terjun Selang Pangeran, Goa Batu Rijal, Goa Air, dan Goa Angin.

“Upaya menjadikan Timbang Lawan sebagai Desa Wisata ini sekaligus akan menjadi solusi untuk membuka lapangan pekerjaan di desa sehingga kesejahteraan warga desa pun meningkat,” akunya.

Penguatan kelembagaan merupakan aspek penting dalam mewujudkan Timbang Lawan sebagai desa wisata yang mampu mengelola berbagai kegiatan wisata alamnya secara sistemik, mandiri dan berkelanjutan.

“Berbagai kegiatan penguatan kelembagaan telah dilakukan oleh Tim Desa Binaan LPPM USU dalam rangka mewujudkan Desa Wisata Timbang Lawan. Pelibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) USU untuk proses edukasi warga dalam pengembangan potensi wisata alam di Desa Timbang Lawan merupakan salah satu bentuk kegiatan penguatan kelembagaan desa yang sudah dilakukan sejak tahun 2022,” sebutnya. (rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *