Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Sekolah Terapkan ASRI

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Sekolah Terapkan ASRI
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bermutu harus dibangun melalui sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter. Sekolah, menurutnya, tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan keberanian intelektual, ketangguhan spiritual, serta kepekaan sosial peserta didik.

Dalam konteks tersebut, Mendikdasmen mengaitkan penguatan pendidikan dengan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekolah dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak dini.

“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Mendikdasmen.

Ia menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI.

Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, yang diisi dengan penguatan nilai-nilai pendidikan dan karakter dalam pengajian akbar bersama sivitas pendidikan dan masyarakat.

“Sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi,” ujar Mendikdasmen.

Ia menambahkan bahwa keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.

Selain itu, Mendikdasmen menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.

Dalam kunjungan ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mendikdasmen mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren. Ia menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.

“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan sangat mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” ungkap Mendikdasmen.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan dibangun melalui sistem yang dijalankan secara disiplin dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral, pendamping, dan pembimbing bagi peserta didik.

Ia juga menegaskan ikrar sivitas akademika yang menekankan komitmen untuk menjadi insan yang beriman, bertakwa, berilmu, disiplin, bertanggung jawab, bersih, sopan, ramah, dan rapi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen dan berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pencerahan bagi pengembangan pendidikan di daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Menurut Bupati, lembaga pendidikan yang mampu memadukan penguatan akademik, pembinaan karakter, dan kedisiplinan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral yang kuat.

Mendikdasmen menambahkan bahwa praktik-praktik baik yang telah berjalan di lingkungan pendidikan tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan lingkungan belajar yang aman serta sehat.

Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan asri tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan kerja yang sama, Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga meresmikan gedung baru sekolah dasar di Kota Surabaya.
Peresmian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas inisiatif dan kemandirian satuan pendidikan dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran peserta didik.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa pembangunan gedung sekolah merupakan ikhtiar penting dalam mendukung proses pendidikan. Namun, pembangunan fisik harus diiringi dengan penciptaan rasa aman bagi peserta didik, baik secara fisik, intelektual, spiritual, maupun sosial.

Mendikdasmen berharap berbagai upaya yang dilakukan oleh satuan pendidikan dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui semangat gotong royong, sehingga ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, asri, dan berkarakter dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Yang kita bangun bukan hanya gedung yang kokoh, tetapi karakter yang kuat. Dari situlah kita berharap lahir generasi Indonesia yang cerdas secara intelektual, matang secara sosial, dan kuat secara spiritual,” pungkasnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE