Pendidikan

Mendiktisaintek Tekankan Peran Kampus Atasi Krisis Sampah dan Energi

Mendiktisaintek Tekankan Peran Kampus Atasi Krisis Sampah dan Energi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab persoalan besar masyarakat, khususnya pengelolaan sampah dan ketahanan energi nasional.
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab persoalan besar masyarakat, khususnya pengelolaan sampah dan ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Brian dalam acara Halalbihalal Kemendiktisaintek bersama media di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurut Brian, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Bahkan di negara maju sekalipun, partisipasi publik menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.

“Di sinilah peran media menjadi sangat krusial, yakni menyampaikan pengetahuan dan inovasi teknologi dari pemerintah dan perguruan tinggi agar dapat dipahami, diikuti, dan diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi Indonesia, di mana sekitar 50 persen sampah berasal dari food waste. Jika tidak ditangani serius, persoalan ini berpotensi menjadi krisis besar yang dampaknya dapat menyamai situasi pandemi.

Di sektor energi, Brian menekankan bahwa transisi menuju energi bersih harus dilakukan tanpa membebani masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah langkah strategis, seperti konversi motor berbahan bakar bensin ke listrik, serta peralihan kompor gas ke kompor listrik.

“Kita harus memastikan krisis energi tidak berdampak pada kenaikan harga BBM maupun beban ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Kemendiktisaintek bersama perguruan tinggi juga aktif mendukung kementerian terkait dalam merumuskan implementasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam kapasitas besar, sebagai pengganti pembangkit listrik berbasis diesel.
Selain itu, riset dan kajian terus dikembangkan, baik untuk energi fosil yang lebih efisien maupun energi terbarukan, termasuk inovasi penggunaan listrik dalam aktivitas masyarakat seperti sektor perikanan.

Brian menegaskan bahwa kampus memiliki peran utama dalam riset, inovasi, serta penguatan sumber daya manusia di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Teknologi pengolahan sampah yang telah dikembangkan di berbagai perguruan tinggi pun akan disinergikan dengan kementerian terkait agar dapat diimplementasikan secara luas di masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyoroti potensi besar energi panas bumi (geothermal) di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 40 persen cadangan energi geothermal dunia, menjadikannya salah satu yang terbesar secara global. Namun, pemanfaatannya saat ini masih sekitar 10 persen.

“Geothermal adalah energi yang paling stabil dan ramah lingkungan. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana melakukan scale up,” kata Stella.

Ia mengakui bahwa biaya produksi listrik dari geothermal masih relatif tinggi, sekitar 18 sen per kWh, sehingga kalah bersaing dengan energi lain. Namun demikian, ia menilai perlu ada kebijakan strategis untuk mendorong pengembangannya.

“Meski lebih mahal, ini energi bersih. Kita perlu meninjau ulang ekosistemnya agar lebih kompetitif,” ujarnya.

Stella juga mengungkapkan adanya laporan dari lembaga riset internasional yang memprediksi Indonesia akan menerima investasi besar dalam sektor geothermal ke depan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menyampaikan bahwa Kemendiktisaintek tengah memetakan potensi kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi konkret di lapangan, termasuk melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan tenaga surya.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses energi bersih, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ener
gi berbasis minyak dan gas.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE