EkonomiPendidikan

Polbangtan Kementan Gelar FGD Penyusunan Renstra 2025-2029, Fokus Sinkronisasi dengan Kebijakan Kementerian Pertanian

Polbangtan Kementan Gelar FGD Penyusunan Renstra 2025-2029, Fokus Sinkronisasi dengan Kebijakan Kementerian Pertanian
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementan Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2029 pada 28 Januari 2026 di Polbangtan Medan.
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementan Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2029 pada 28 Januari 2026 di Polbangtan Medan.

Kegiatan yang diikuti oleh 53 peserta dari lingkup Polbangtan Medan tersebut bertujuan untuk menyusun peta jalan pengembangan institusi yang selaras dengan kebijakan nasional dan menjadi pusat pengetahuan pertanian terapan yang unggul serta berkelas dunia. Hadir sebagai narasumber adalah Henri Kristianto, M.Si, salah satu founder Value Alignment Advisory.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pernah menyampaikan dukungan penuh terhadap penyusunan Renstra.

“Renstra institusi adalah bagian penting dari implementasi program kerja Kementerian Pertanian. Melalui Renstra yang baik, Polbangtan Medan diharapkan dapat lebih optimal dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menjawab tantangan pertanian masa depan dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti juga memberikan arahan terkait penyusunan Renstra. BPPSDMP sebagai pembina teknis akan terus mendukung Polbangtan Medan dalam menyusun dan melaksanakan Renstra.

“Penting agar setiap program dan kegiatan yang direncanakan selaras dengan kebijakan pengembangan pendidikan vokasi pertanian nasional, serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas sektor pertanian di daerah,” kata Arsanti.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menjelaskan pentingnya penyusunan Renstra. Polbangtan Medan saat ini memiliki 3 program studi yang telah mendapatkan akreditasi baik, dengan Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi terakreditasi “Baik Sekali”, Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan terakreditasi “Baik”.

Selama periode 2020-2024, institusi ini mencatatkan capaian yang sangat baik dengan rata-rata 90% lulusannya bekerja di sektor pertanian, bahkan pada tahun 2020 mencapai 95%, dan tingkat kepuasan peserta didik meningkat dari 3,29 menjadi 3,60 pada tahun 2024.

“Kenapa kita harus menyusun Renstra? Setiap institusi wajib memiliki Renstra, karena Renstra inilah yang menjadi arah prioritas kita dalam mengerjakan capaian. Kita harus bisa menganalisis kekuatan dan kelemahan yang ada pada institusi kita. Renstra menjadi pedoman kita. Kita jangan sampai melenceng dari Renstra yang telah disusun bersama oleh seluruh pihak,” kata Nurliana.

“Untuk Renstra ini kita harus merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran yang jelas. Kita harus menentukan program apa yang akan diselenggarakan agar tujuan tercapai, beserta indikator pencapaiannya. Sebagai pendidikan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Medan juga harus mengacu secara berjenjang pada arahan BPPSDMP dan menjalankan tridarma perguruan tinggi dengan optimal,” tambahnya.

Berdasarkan struktur organisasi Polbangtan Medan mencakup Direktur yang dibantu oleh 3 Wakil Direktur dan Kepala Bagian Umum. Sasaran strategis utama yang akan diwujudkan adalah meningkatkan kualitas lulusan dengan target 80,20% lulusan bekerja atau melanjutkan pendidikan di sektor pertanian pada tahun 2029. Selain itu, Kepala Bagian Umum akan fokus pada peningkatan layanan umum dengan mengukur tingkat kepuasan pengguna melalui skala Likert 1-4.

Kegiatan FGD meliputi paparan kebijakan strategis Kementerian Pertanian dan BPPSDMP, paparan konsep umum Renstra, serta sesi kerja kelompok yang terbagi menjadi tiga kelompok fokus: Analisis Lingkungan Strategis, Perumusan Visi-Misi-Tujuan-Sasaran, dan Penyusunan Program-Indikator-Kegiatan. Dalam analisisnya, ditemukan bahwa Polbangtan Medan memiliki peluang besar mengingat kebutuhan penyuluh pertanian yang sangat tinggi sesuai UU No 19 Tahun 2013 dan kebijakan swasembada pangan dalam RPJMN 2025-2029.

Setelah sesi kerja kelompok dan istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian hasil diskusi kelompok sebelum ditutup dengan kesimpulan dan tindak lanjut. Diperoleh kesimpulan bahwa Polbangtan Medan akan fokus pada penguatan kurikulum berbasis kompetensi, integrasi teknologi pertanian 4.0, penerapan pembelajaran teaching factory dengan rasio praktek:teori 60:40, serta pengembangan sarana prasarana yang saat ini telah mencapai 90% kesiapan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE