Pendidikan

Puspresnas Perkuat Manajemen Talenta, OSN 2025 Tembus 942 Ribu Peserta

Puspresnas Perkuat Manajemen Talenta, OSN 2025 Tembus 942 Ribu Peserta
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono (foto) menyatakan manajemen talenta nasional terus diperkuat melalui lima program utama yang mencakup ajang kompetisi, kurasi, pembinaan, hingga beasiswa.
Kecil Besar
14px

TANGERANG SELATAN (Waspada.id): Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono, menyatakan manajemen talenta nasional terus diperkuat melalui lima program utama yang mencakup ajang kompetisi, kurasi, pembinaan, hingga beasiswa.
Ajang talenta nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) menjadi pintu masuk identifikasi sekaligus aktualisasi talenta siswa. Dari ajang nasional tersebut, siswa berprestasi dikirim untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Tahun ini jumlah pendaftar OSN mencapai 942 ribu peserta, meningkat dari 806 ribu tahun lalu. Artinya minat siswa dan sekolah terhadap sains semakin tinggi,” ujar wanita yang akrab disapa Irene, dalam kegiatan Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa, Minggu (1/2/2026) di Tangerang Selatan.

Selain ajang kompetisi, Puspresnas menjalankan program kurasi ajang dan kurasi sertifikat. Kurasi ajang dilakukan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan lomba melalui sistem penilaian bintang satu hingga lima. Sementara kurasi sertifikat memungkinkan prestasi siswa dari berbagai ajang di luar Puspresnas dapat diverifikasi dan masuk dalam basis data nasional.

Saat ini hampir 379 ribu siswa tercatat dalam talent pool nasional melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT). Jumlah tersebut ditargetkan menembus 400 ribu siswa pada tahun ini. Proses kurasi melibatkan 100 kurator yang melakukan penilaian berlapis sebelum hasil ditetapkan.

Program lainnya adalah Bina Talenta Indonesia yang mulai digelar pada 2025 dan berlanjut tahun ini. Program tersebut berfokus pada penguatan kompetensi di bidang STEM, coding, kecerdasan artifisial, dan karakter. Menurut Maria Irene, intervensi pembinaan ini menunjukkan peningkatan literasi sains yang signifikan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Puspresnas juga meluncurkan Beasiswa Talenta Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan keberlanjutan pendidikan bagi siswa berprestasi.
“Manajemen talenta tidak berhenti pada kompetisi. Ada lima tahap yang harus dilalui, yaitu identifikasi, pengembangan, aktualisasi, apresiasi, dan kapitalisasi. Siklusnya berkelanjutan,” kata Irene.

Untuk memperkuat tata kelola, pemerintah telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid serta Kepmendikdasmen Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta.

Irene menegaskan prinsip inklusivitas menjadi dasar kebijakan tersebut. Seleksi dilakukan berjenjang dari sekolah hingga nasional untuk memastikan keterwakilan seluruh provinsi, termasuk wilayah 3T.

“Prestasi harus selaras dengan pendidikan bermutu untuk semua. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam kesempatan mengaktualisasikan talentanya,” ujarnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE