MAJALENGKA (Waspada.id): Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan alokasi 23 persen Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 untuk sekolah swasta, sebagai langkah strategis memperkuat pemerataan mutu pendidikan dan mengakui peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan nasional.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Selasa (20/1).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan yang telah menyelesaikan program revitalisasi.
Peresmian dilaksanakan di dua lokasi, yakni di kompleks Yayasan Al Mizan serta SMP Negeri 1 Jatiwangi. Peresmian pertama berlangsung di Yayasan Al Mizan untuk TK Al Mizan dan SMK Al Ma’arif.
Selanjutnya, peresmian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jatiwangi untuk 57 satuan pendidikan lainnya yang terdiri atas 1 PAUD, 25 SD, 21 SMP, 2 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB.
Saat membuka peresmian di Yayasan Al Mizan, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan alokasi revitalisasi mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung satuan pendidikan negeri dan swasta secara berimbang.
“Pada tahun 2025, kami mengalokasikan 23 persen program revitalisasi untuk sekolah swasta. Kami memandang sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, 77 persen alokasi revitalisasi diperuntukkan bagi sekolah negeri, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong seluruh satuan pendidikan berkembang secara merata.
“Yang kualitasnya sudah baik kita pertahankan, yang masih tertinggal kita angkat, sehingga semuanya dapat maju bersama,” imbuhnya.
Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program revitalisasi yang dinilai berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi melalui skema swakelola mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus memperkuat layanan pendidikan, karakter sosial, dan ekonomi lokal.
“Dampak program ini tercermin dalam data BPS Kabupaten Majalengka, antara lain peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, kenaikan rata-rata lama sekolah, serta pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9 persen pada 2025, tertinggi di wilayah III Cirebon,” kata Dena.
Temuan tersebut sejalan dengan kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang menyebutkan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Setiap kenaikan 1 persen alokasi dana revitalisasi sekolah, menurut kajian tersebut, berkorelasi dengan peningkatan PDRB provinsi sebesar 0,527 persen melalui perputaran ekonomi lokal, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan aktivitas usaha di sekitar sekolah penerima program.
Revitalisasi sebagai Fondasi Pendidikan Bermutu
Dalam pidatonya di SMP Negeri 1 Jatiwangi, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya menyeluruh Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Program revitalisasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari paket kebijakan yang kami kaitkan dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan karakter melalui pembelajaran mendalam dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan mendukung perkembangan peserta didik.
“Sekolah harus menjadi ruang yang memuliakan anak, tempat mereka belajar dengan gembira, aman, dan didukung oleh lingkungan sosial yang positif,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala TK Al Mizan, Ela Ariesta, menyampaikan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah memiliki keterbatasan ruang dan fasilitas pendukung. Setelah program berjalan, TK Al Mizan kini memiliki ruang UKS, toilet baru, serta alat permainan dalam dan luar ruangan yang menunjang kenyamanan belajar anak usia dini.
“Alhamdulillah, setelah revitalisasi fasilitas sekolah menjadi lebih baik dan anak-anak semakin semangat datang ke sekolah,” katanya.
Sementara itu, SMK Al Ma’arif menerima bantuan revitalisasi berupa pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Laboratorium IPA/S. Kepala SMK Al Ma’arif, Joharul Aripin, menjelaskan bahwa fasilitas baru tersebut membuat pembelajaran praktik berlangsung lebih optimal dan sesuai standar.
“Dengan ruang praktik yang lebih representatif, proses belajar menjadi lebih nyaman dan fokus siswa meningkat,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Daman, siswa kelas XI jurusan TSM, yang mengaku lebih bersemangat mengikuti pembelajaran setelah ruang praktik diperbaiki dan ditata lebih baik.
















