MEDAN (Waspada.id): Yayasan Hj. Rachmah Nasution, Perguruan Al Azhar Medan kembali menggelar shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman kampus Al Azhar Medan, Sabtu (21/3). Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara warga sekitar dengan keluarga besar yayasan.
Pembina Yayasan, H. Machyuzar Nasution, menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Id bersama masyarakat menjadi momen penting untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan.
“Di 1 Syawal 1447 Hijriah ini, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kami juga mendoakan agar seluruh bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi global yang dinamis dan penuh tantangan. Menurutnya, situasi dunia saat ini berpotensi berdampak pada sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat, termasuk pendidikan anak-anak.
“Kami berharap kondisi ini segera berlalu, agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan pendidikan. Semoga masyarakat Indonesia tetap dalam lindungan Allah dan generasi muda dapat terus menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi,” tambahnya.
Machyuzar juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045, dengan mencetak generasi yang tangguh, berilmu, berteknologi, serta beriman dan bertakwa.
Sementara itu, dalam khutbah Idul Fitri, Ustaz Prof. Dr. Watni Marpaung menekankan bahwa derajat tertinggi seorang Muslim adalah menjadi muttaqin atau orang yang bertakwa.
“Takwa bukan sekadar wacana atau proses, tetapi harus menjadi karakter yang melekat. Salah satu cirinya adalah istiqamah, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga setelahnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ketakwaan tidak hanya bersifat individu, tetapi juga sosial. Seorang Muslim yang bertakwa harus mampu memberi manfaat bagi orang lain.
“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Bahkan doa-doanya tidak hanya untuk diri dan keluarga, tetapi juga untuk umat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Menurutnya, Ramadan sejatinya adalah training center bagi umat Islam. Nilai-nilai yang diperoleh selama bulan suci harus menjadi bekal untuk menjalani 11 bulan berikutnya hingga bertemu Ramadan kembali.
“Ramadan adalah momentum penguatan. Jika nilai-nilainya terus dijaga, maka kita akan mampu melangkah dengan konsisten dalam kebaikan,” tutupnya.
Pelaksanaan shalat Id ini pun berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi umat dan bangsa.
Hadir dalam kegiatan itu Pembina Yayasan H. Machyuzar Nasution, Ketua Yayasan Ir. Hj. Riza Novida beserta pengurus yayasan lainnya, Sekretaris Edukatif Drs H Agustono, MA, Ketua Lembaga Pengembangan Ilmu Agama (LPIA) Perguruan dan Universitas Al Azhar H Samsuddin Nasution, M.Pd. para kepala sekolah, guru-guru, pegawai dan siswa-siswi Perguruan Al Azhar serta warga sekitar kampus Al Azhar Medan.(Id13)













