JAKARTA (Waspada.id): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan jadwal rekrutmen guru, tenaga kependidikan, serta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan berbasis sains dan teknologi melalui pembangunan sekolah rintisan berstandar tinggi di berbagai daerah luar Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, mengatakan SMA Unggul Garuda dirancang untuk menjangkau talenta terbaik yang selama ini kerap terkendala akses pendidikan. Menurutnya, banyak anak berpotensi tinggi tidak memperoleh pendidikan optimal karena keterbatasan finansial dan lokasi.
“Sekitar satu persen anak-anak berpotensi tinggi sering terlewatkan karena keterbatasan finansial. Sekolah Garuda hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” ujarnya dalam agenda Ngopi Bareng media di kantor Kemdiktisaintek, Rabu (18/2).
Ia menegaskan sekolah tidak dibangun di Pulau Jawa, melainkan di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan akses pendidikan. Selain memperluas pemerataan pendidikan unggul, sekolah ini juga diarahkan untuk memperkuat talenta nasional di bidang STEM—sains, teknologi, teknik, dan matematika—serta menyiapkan generasi inovator dan agen perubahan di masa depan.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Ardi Findyartini, menjelaskan pembelajaran di SMA Unggul Garuda akan mengintegrasikan empat pendekatan kurikulum sekaligus, yakni penguatan STEM, kurikulum nasional, pengembangan karakter berbasis asrama, serta kurikulum internasional. Seluruh siswa angkatan pertama akan mendapatkan beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama tinggal di asrama.
Para lulusan juga dipersiapkan melanjutkan studi ke luar negeri melalui skema Beasiswa Garuda. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor semester satu hingga lima atau Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan.
Untuk mendukung operasional sekolah, Kemdiktisaintek membuka kebutuhan sumber daya manusia meliputi 96 PPPK guru, 96 tenaga kependidikan, empat kepala sekolah, serta 16 wakil kepala sekolah. Pendaftaran guru dan pimpinan sekolah telah dibuka sejak 2 Februari 2026, disusul PPDB siswa pada 5 Februari 2026, sementara pendaftaran tenaga kependidikan dimulai 20 Februari 2026.
Pada tahun ajaran pertama, sebanyak 640 siswa akan diterima dan ditempatkan di empat lokasi, yakni Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan. Sekolah ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, sementara pembangunan fasilitas juga tengah berlangsung di Rejang Lebong, Manokwari, dan Mempawah.
Melalui program ini, Kemdiktisaintek berharap SMA Unggul Garuda menjadi fondasi penguatan talenta sains nasional sekaligus membuka akses pendidikan unggul yang lebih merata di seluruh Indonesia.

















