Pendidikan

UT Mantapkan Diri Jadi Kampus Anak Muda, Rektor: Menuju PJJ Berkualitas Dunia 2045

UT Mantapkan Diri Jadi Kampus Anak Muda, Rektor: Menuju PJJ Berkualitas Dunia 2045
Segenap pimpinan UT saat paparan strategis menuju “UT Dream 2045: Pendidikan Jarak Jauh Berkualitas Dunia” di tengah kegiatan Media Day UT 2025 di UT Convention Center, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/11/2025).
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Ali Muktiyanto menegaskan tekad besar UT untuk tampil sebagai kampus anak muda yang relevan, adaptif, dan berkelas dunia. Visi itu ditegaskan dalam paparan strategis menuju “UT Dream 2045: Pendidikan Jarak Jauh Berkualitas Dunia” di tengah kegiatan Media Day UT 2025 di UT Convention Center, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/11/2025).

Prof Ali didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si;
Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si; Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis Dr. Hendrian, S.E., M.Si serta Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Menurut Rektor, UT memasuki fase baru dalam penguatan perguruan tinggi jarak jauh. UT pun memantapkan tekad  menjadi PTJJ berkualitas dunia pada 2045. Saat ini jumlah mahasiswa UT lebih dari 768 ribu orang. Hampir 80 persen adalah usia milenial dan GenZ. Sementara yang sudah bekerja, tidak kurang dari 60 persen dari populasi mahasiswa.

“Ada tiga hal yang akan kita pacu. Better, deeper, dan faster. Kita membawa masa depan ke masa kini,” tegasnya.

Dorong Pencapaian APK 42 Persen

Prof. Ali menekankan bahwa UT memiliki misi besar untuk melayani bukan hanya mahasiswa aktif saat ini, namun juga proyeksi 2,5 juta mahasiswa pada 2045. Ia optimistis kontribusi UT mampu mengerek Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional.

“Jika langkah kita seirama dan didukung media, target peningkatan APK dari 34 persen menjadi 42 persen atau bertambah 8 persen pada 2045 nanti, bukan hal mustahil,” ujarnya, bersemangat.

Di sisi lain, Rektor UT mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengukuhkan kewibawaan akademik, memperkuat integritas, dan meningkatkan kuantitas serta kualitas karya ilmiah.

“UT harus semakin kokoh reputasinya, baik nasional maupun internasional. Prinsip pengelolaan jurnal ilmiah juga terus kita tingkatkan,” katanya.

Untuk mempercepat pembangunan kapasitas akademik, UT menargetkan percepatan jumlah dosen bergelar S3, memperbanyak guru besar, serta memperluas ruang inovasi.

Terkait program pencitraan ulang (rebranding), Ali menilai peran media bukan sekadar penting, tetapi strategis. Setelah lebih dari empat dekade memimpin pendidikan jarak jauh di Indonesia, UT perlu membangun branding yang lebih kuat dan terukur.

“Membangun branding UT harus dilakukan secara sistematis dan berdampak, bukan hanya nasional tapi juga global,” ungkapnya.

Selain program studi yang harus semakin unggul, UT juga menargetkan penguatan kepemimpinan mahasiswa dan peningkatan glorifikasi pencapaian mereka melalui kolaborasi bersama media.

Terkait kualitas lulusan, Rektor menegaskan pentingnya strategi mencetak alumni yang cepat lulus, berdaya saing tinggi, dan terserap industri maupun dunia wirausaha.
“Lulusan UT harus relevan, adaptif, dan menjadi representasi terbaik perguruan tinggi jarak jauh Indonesia,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Adrian Sutawijaya mengatakan UT terus melakukan percepatan kompetensi SDM, termasuk membuka peluang bagi para dosen untuk belajar dengan beasiswa di luar negeri.

Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Paken Pandiangan menjelaskan sekilas tentang program  sentralisasi informasi. Hal itu dipertegas melalui MyUT, sebuah sistem single sign-on yang menyinergikan seluruh kegiatan operasional UT pusat dan daerah.

Terkait keamanan data, ia menegaskan bahwa UT mengelola big data yang besar dan kompleks.

“Data pribadi mahasiswa harus dijaga kerahasiaannya. Ini menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis Hendrian,
menambahkan bahwa strategi inovasi UT kini bergerak ke arah digital yang semakin personal.

“Inovasi hari ini mengarah pada personalized learning. Selain itu kita memperbaiki layanan hulu-hilir dan memperkuat media promosi. Prinsip kita jelas: Collaboration is the Best,” ujarnya.

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE