1 Anak Meninggal Dunia Saat Banjir Di Tamora

BPBD DS Imbau Orangtua Pantau Aktivitas Anak

  • Bagikan
Kondisi tanggul pecah mengakibatkan banjir kepemukiman warga. (Waspada/ist).
Kondisi tanggul pecah mengakibatkan banjir kepemukiman warga. (Waspada/ist).

DELISERDANG (Waspada): Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang Amos F. Karo-karo MAP mengatakan diperkirakan beberapa hari kedepan masih terjadi hujan di wilayah Kabupaten Deliserdang, maka diimbau agar orang tua selalu memantau aktifitas anak-anaknya selama banjir.

Musababnya, saat hujan deras yang mengitari hampir seluruh wilayah Kabupaten Deliserdang mengakibatkan seorang anak meninggal akibat tenggelam, di Kecamatan Tanjung Morawa (Tamora), Kabupaten Deliserdang, Minggu (24/12).

“Jadi pengawasan orangtua sangat penting untuk memantau anaknya saat kondisi hujan saat ini. Kita juga sudah sampaikan ke Kepala Dusun (Kadus) agar masing-masing warganya dirumah saja, sebab kita khawatirkan juga bukan hanya air saja, tapi juga petir dan lainnya,” kata Amos F. Karo-karo, kepada Waspada, Rabu (27/12).

Amos menjelaskan, seorang anak yang meninggal dunia tersebut atas nama Fahri, 5, warga Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, sempat dilarikan ke RS Maharani, namun nyawanya tidak dapat tertolong dan kini sudah dikebumikan.

“Kronologisnya begini, sewaktu banjir namanya anak-anak mandi-mandi depan rumah, jadi orangtuanya kemungkinan tidak melihat dan masuklah ke drainase (parit) hingga tenggelam,” jelasnya.

Sementara itu Amos mengungkapkan, kondisi saat ini banjir sudah surut untuk di Kecamatan Tanjung Morawa dan di Kecamatan Percut Seituan, tetapi untuk dua desa yakni Desa Bintang Meriah dan Bakaran Batu Kecamatan Batang Kuis masih terjadi banjir.

“Dua desa ini belum surut airnya karena bentengnya pecah. Jadi ini sedang ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Deliserdang telah melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Untuk diketahui banjir terjadi di Desa Bangun Sari Baru, Tanjungmorawa B dan Desa Tanjung Baru di Kecamatan Tanjungmorawa terjadi akibat hujan deras seharian pada Minggu (24/12). Kemudian mengakibatkan Sungai Belumai meluap yang mengakibatkan terjadinya banjir.

Untuk di Desa Tanjung Morawa B korban banjir yaitu di Dusun II sebanyak 6 kepala keluarga (KK), Dusun III 54 KK dengan total terdampak 280 jiwa. Di Desa Bangun Sari Baru terjadi di Dusun XII yaitu Blok A 25 KK, Blok B 28 KK, Blok C 48 KK, Blok D 50 KK, Blok E 50 KK, Blok F 14 KK, Blok G 40 KK, Blok H 35 KK, Blok I 30 KK, dengan total 952 jiwa. Selanjutnya banjir di Desa Tanjung Baru, Dusun V yaitu 105 KK dengan jumlah terdampak 421 jiwa.

“Sekolah tergenang yaitu Sekolah Dasar Negeri Dusun V Desa Tanjung Morawa B dan Masjid Al Falah dan Musholla Al Ikhlas Desa Bangun Sari Baru. Kami sudah mitigasi di lokasi banjir, Dusun II dan III Desa Tanjung Morawa B, Dusun XII Desa Bangun Sari Baru, Dusun V Desa Tanjung Baru. Berkordinasi dengan pihak desa, membuka posko kesehatan dan dapur umum,” jelas Amos.

Selain Tanjungmorawa, Amos juga menerangkan banjir terjadi di Kecamatan Batangkuis. Banjir terjadi akibat tanggul jebol di Sungai Batangkuis yaitu di gang Bilal, Desa Bakaranbatu. Mengakibatkan banjir setinggi ±60 centimeter hingga berdampak ke pemukiman masyarakat di Desa Bintangmeriah dan Desa Bakaranbatu serta Desa Sena.

Dijelaskan, rumah yang terendam Di Desa Bakaranbatu untuk Dusun I 230 kepala keluarga (KK), Dusun II 30KK, Dusun III 50KK. Desa Bintangmeriah di Dusun I 50 KK, Dusun II 400 KK, Dusun III 200 KK, Dusun V 250 KK. Desa Sena di Dusun X 50KK.

“Jadi untuk Batangkuis sebanyak 1.260 KK terendam. Korban mengungsi 10 KK yang berada di Mesjid Al Ikhlas Dusun I Desa Bintang Meriah. Jadi kami sudah melakukan mitigasi di lokasi banjir, berkordinasi dengan pihak desa, membuka dapur umum serta membuat tenda pengungsi,” tutur Amos.

Kemudian banjir terjadi di Kecamatan Percut Seituan yaitu di Desa Sambirejo Timur. Yaitu di Dusun III terdampak 55 KK, Dusun IV 256 KK, Dusun XI 105KK, dengan total terdampak 415 KK.

“Untuk di Desa Sambirejo Timur penyebab banjirnya yaitu meluapnya sungai Sena mengakibatkan banjir setinggi kurang lebih 60 centimeter ke permukiman masyarakat. Korban mengungsi 4 KK. Kita sudah membuka dapur umum dan posko kesehatan di lokasi,” tutup Amos. (a16/a01).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *