KISARAN (Waspada): Dua pabrik pengolahan getah PT MM dan PT WR Jln.Prof. HM Yamin, Kel Kedai Ledang, kec Kisaran Timur, Kab Asahan hangus terbakar, tidak hanya itu empat rumah warga ikut juga terbakar, namun dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Informasi yang dihimpun Waspada, dua pabrik pengolah karet ini Senin (21/11) sekitar pukul 00.30 WIB-06.00 WIB, hingga saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab kebakaran, dan memerlukan enam unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan dari Pemkab Asahan sebanyak empat unit dan dibantu dua unit dari Pemko Tanjungbalai.
“Ada dua pabrik yang terbakar yaitu PT MM dan PT WR, yang diketahui pada sekitar pukul 00.30,” jelas Camat Kota Kisaran Timur Syaiful Pasaribu di lokasi kejadian.
Menurutnya selain dua pabrik ini yang terbakar, ada 12 rumah karyawan yang ikut terbakar di lokasi pabrik, kemudian empat rumah warga yang ikut terbakar. Api cukup sulit dipadamkan karena getah yang terbakar, akibatnya hingga pukul 06.00 api bisa dipadamkan keseluruhan, namun petugas pemadam tetap melakukan penyiraman air sehingga api dipastikan dijinakkan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dan untuk saat ini para korban sudah diungsikan sementara kepada para tetangga, dan pihak kecamatan sudah menyalurkan bantuan Sembako,” jelas Syaipul.
Sedangkan Kasi Humas Polres Asahan Ipda Boris R Pardosi, menuturkan dari hasil penyelidikan awal, penyebab kebakaran diduga terjadinya korsleting listrik (arus pendek) yang menyebabkan api di ruangan penjemuran getah PT. MM, kemudian angin berhembus kencang sehingga api semakin membesar dan menjalar ke PT WR dan merambat ke bangunan lain.
Untuk yang terbakar, kata Boris, dua bangunan ruang penjemuran getah (PT MM dan PT WR) kemudian 20 rumah karyawan dan mess lajang, satu unit sepeda motor, satu becak motor, dan empat rumah warga.
“Kita tetap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kejadian ini,” jelas Boris.

Pasrah
Sedangkan salah satu warga yang rumah terbakar dalam kejadian ini, Sri Wahyuni, tidak tau harus mengungsi sementara rumahnya yang telah rata dengan tanah.
“Masih bingung mau kemana. Yang saat ini harta kami ya tinggal yang di badan ini saja,” kata Sri.
Saat kejadian, dirinya bersama cucunya sedang tidur di rumah, namun rasa panas terasa, dan dibantu anaknya serta warga Sri berhasil bersama cucunya berhasil menyelamatkan diri, tanpa membawa apa hanya pakaian yang melekat di badan.
“Saya tidak menyangka akan kejadian seperti ini,” jelas Sri. (a02/a19/a20)
Berita terkait:












