AirNav Indonesia Adakan Pelatihan Las Kepada Warga Sekitar Bandara Sisingamangaraja Silangit

Salurkan TJSL

  • Bagikan
AirNav Indonesia Adakan Pelatihan Las Kepada Warga Sekitar Bandara Sisingamangaraja Silangit

Usai acara dibuka, seluruh peserta foto bersama dengan Wahyu Tirtaji selaku GM AirNav Indonesia Cabang Medan, Sukarwoto selaku Direktur Politeknik Penerbangan Medan, Ardon Marbun GM PT. Angkasa Pura II Bandar Udara Silangit dan Mario Hendrawan, Junior Manager Perencanaan dan Evaluasi TJSL. Waspada/Ramsiana Gultom

TAPUT (Waspada) : AirNav Indonesia Cabang Medan mengadakan pelatihan las kepada 20 warga yang berdomisili di sekitar Bandar Udara Silangit. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) AirNav yang bekerjasama dengan dengan Poltek Penerbangan Medan.

Pelatihan las dilaksanakan selama 5 hari di lokasi perkantoran Angkasa Pura II Silangit. Pelatihan dimulai hari ini, Senin (4/3) hingga Jumat (8/3) dengan materi berupa teori dan praktek.

“Sebenarnya salah satu bentuk program TJSL AirNav Indonesia yaitu untuk kali ini dilakukan pelatihan las listrik khususnya untuk masyarakat sekitar bandara Silangit Sisingamangaraja yang berkerjasama dengan Poltek penerbangan Medan,” ujar Wahyu Tirtaji selaku General Manager AirNav Indonesia Cabang Medan.

Pemilihan Poltekpar Penerbangan Medan sebagai tenaga pengajar bukan tanpa alasan, pasalnya kompetensi las peserta pelatihan yang diharapkan AirNav Indonesia bukanlah sekadar hanya pengetahuan las tradisional tapi juga las yang berhubungan dengan alat-alat penerbangan.

“Karena merekalah yang mempunyai kompetensi untuk mengajar terkait las listrik ini. Harapannya nanti masyarakat yang akan ikut ini dengan jumlah sekitar 20 orang ini mempunyai kompetensi las listrik dan sertifikat, sehingga mereka mempunyai nilai lebih dalam hal untuk melaksanakan pekerjaannya meskipun hanya las. Jadi peranan AirNav Indonesia adalah memberikan bantuan TJSL sehingga masyarakat sekitar ini memiliki nilai tambah yang berguna bagi masyarakat dan bandara sekitarnya,” imbuhnya.

Ketika ditanyakan tindak lanjut dari pelatihan las ini, Wahyu mengatakan pihaknya akan tetap memantau perkembangan seluruh peserta pelatihan tersebut.

“Tentunya setelah pelatihan ini kami bersama Poltek Penerbangan Medan ini akan terus memonitor terkait dengan hasil pelatihan ini berdasarkan BKS kerjasama dengan Poltek Medan yang berlaku dalam satu tahun ini. Kita mempunyai tanggungjawab moral, peserta pelatihan ini tidak akan kita tinggalkan tapi akan kita pantau sehingga kita bisa memastikan bahwa peserta pelatihan ini mendapatkan pelatihan dengan baik dan benar dan diaplikasikan di lapangan,” terangnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Wahyu berharap pergerakan ekonomi di Bandara Silangit akan menjadi lebih lagi dengan hadirnya mereka yang mempunyai keahlian di bagian las. Setelah peserta mampu bekerja secara baik, tidak tertutup kemungkinan akan diberikan pekerjaan pengelasan atau pembuatan pagar sebagai pengamanan lokasi di Angkasa Pura II Silangit.

“Khususnya untuk pengamanan bandara udara ini harus terpagari dengan baik dan itu butuh keahlian khusus untuk melakukan pengelasan. Kami juga sudah menyampaikan kepada Poltek Penerbangan Medan bahwa kurikulum yang akan disampaikan dalam pelatihan ini harus bisa memberitakan nilai tambah, bukan hanya las yang tradisional tapi menerapkan pengetahuan las yang aviasi khusus penerbangan. Lebih jauh lagi,
seperti yang diharapkan Angkasa Pura II itu kalau bisa mendapatkan pelatihan las yang berhubungan dengan pesawat atau alat-alat yang berhubungan dengan pesawat,” terang Wahyu.

Wahyu menyadari butuh skill khusus untuk bisa melakukan las yang berhubungan dengan aviasi karena karakteristiknya berbeda. Meski demikian, dia tetap berharap peserta pelatihan akan mendapatkan pengetahuan itu, paling tidak mempunyai pengetahuan lebih dari yang lain.

Lebih lanjut, karena ini merupakan salah satu wujud dari TJSL AirNav Indonesia, selain memberikan bantuan dalam wujud bantuan sosial, pihaknya juga bisa memberikan bantuan dari wujud skill.

“Skill yang didapat bisa berlangsung lebih lama lagi. Kalau modal itu kan bisa langsung habis dipakai, kalau skill, dia bisa mempergunakan itu lebih baik lagi,” pungkas Wahyu.

Direktur Politeknik Penerbangan Medan, Sukarwoto yakin AirNav selalu memberikan kegiatan yang terbaik bagi masyarakat luas dan menjadikannya sebagai bekal dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

“Terkait las, memang kami bekerjasama tidak hanya baru ini, kemaren kita sudah melakukannya di Nias, tapi di Silangit memang baru hari ini,” kata Sukarwoto.

Ardon Marbun selaku General Manager PT. Angkasa Pura II Bandar Udara Silangit menyambut baik pelatihan las dari AirNav Indonesia ini. Pihaknya mengakui sangat membutuhkan tenaga profesional yang siap bilamana terjadi peristiwa yang sifatnya harus segera diselesaikan.

“Ini program bagus seperti kita ketahui di daerah Silangit dan Siborong-borong untuk mencari tenaga ahli sangat sulit, tapi dengan adanya pelatihan ini mungkin kita menjadi swadaya melakukan itu. Sesuatu yang sifatnya mandatori, seperti yang saya sampaikan tadi bahwa di Silangit itu zero toleran, artinya bila ada sesuatu yang ditemukan harus segera ditindak lanjuti. Luar biasa bisa pelatihan ini dilaksankan di sini, dan kami sangat berterimakasih dilibatkan oleh AirNav Indonesia,” tukas Ardon Marbun.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini, Mario Hendrawan  selaku Junior Manager Perencanaan dan Evaluasi TJSL. (rg)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *