TANJUNGMORAWA (Waspada.id): Bupati Deliserdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan menegaskan, Alun-alun Kecamatan Tanjungmorawa merupakan salah satu dari lima alun-alun kecamatan yang dibangun Pemkab Deliserdang tahun 2025. Keempat alun-alun lainnya yakni di Kecamatan Percut Seituan, Batangkuis, Galang, dan Pancur Batu.
“Pembangunan alun-alun bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun pola peradaban baru di tengah masyarakat. Kalau sudah peradaban dibangun, jangan justru ditutupi. Harapannya, alun-alun ini menciptakan pola baru, bukan hanya sekadar mengaktifkan uang rakyat, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Bupati Asri Ludin Tambunan pada peresmian
Alun-alun Kecamatan Tanjungmorawa di Jalan Sultan Serdang, Desa Buntu Bedimbar, bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS, Rabu (4/1/26).
Disebutlannya, alun-alun tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat, baik untuk olahraga pagi dan sore, rekreasi keluarga, hingga kegiatan ekonomi rakyat yang bersifat tertib dan tidak merusak fasilitas.
“Besok (Kamis-red) pagi atau sore, saya berharap sudah banyak masyarakat yang jalan-jalan di sini. Mau buat pasar malam, silakan. Mau keluarga-keluarga datang bawa tikar, duduk santai, silakan. Yang penting teratur dan tidak mengurangi nilai alun-alun ini,” harap Bupati Asri Ludin Tambunan.
Ia juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif, seperti jualan pop-up atau lapak mobile yang mudah dibongkar pasang.
Menurut Bupati, alun-alun harus mampu menjadi ruang mencari nafkah bagi masyarakat, tanpa merusak fungsi estetika dan ruang hijau.
Terkait pemanfaatan selama bulan ramadan, ia mengingatkan agar kegiatan seperti Pasar Ramadan tetap memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya rumput dan taman.
“Kalau Pasar Ramadan, risikonya rumput bisa rusak. Tapi kalau memang ada perputaran ekonomi dan bisa menutup biaya perawatan, silakan, dengan pengaturan lokasi yang tepat,” sarannya.
Untuk area hiburan, seperti pertunjukan musik ditempatkan di zona khusus, serta menekankan penggunaan lagu-lagu bernuansa religi selama ramadan.
Lebih ia menambahkan, pembangunan alun-alun merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang telah dikampanyekan bersama Wakil Bupati sejak tahun 2024, yakni menghadirkan ruang publik sebagai wadah interaksi sosial masyarakat.
“Sampai hari ini sudah terbangun lima alun-alun di lima kecamatan. Tahun ini mudah-mudahan bertambah tiga lagi. Ke depan, tidak menutup kemungkinan satu desa juga memiliki alun-alun, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi,” papar Bupati.

Tiga alun-alun yang akan dibangun tahun ini, antara lain di Kecamatan Pagar Merbau, Sunggal dan Hamparan Perak.
Untuk pengelolaan, alun-alun akan diserahkan kepada pemerintah desa, dengan pendanaan bersumber dari desa, termasuk dari dana pajak desa yang dikembalikan ke masing-masing desa.
“Pembangunan tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat. Desa yang pendapatan asli daerah (PAD)-nya baik, tentu wajar mendapat prioritas. Dengan kekuatan desa, saya yakin pengelolaan alun-alun ke depan bisa berjalan dengan baik,” ungkap Asri Ludin.
Di kesempatan itu juga, Bupati menyampaikan hasil pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, yang membahas visi besar pembangunan nasional, salah satunya Program Gerakan Indonesia Asri.
Gerakan tersebut menekankan pentingnya lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah, termasuk penataan sampah, reklame, serta ketertiban wilayah. Selain itu, tambahnya, presiden juga merencanakan pembangunan sekolah integrasi seluas sekitar 30 hektare di setiap wilayah sebagai bagian dari investasi pendidikan masa depan.

“Kami sudah meminta camat menyiapkan lahannya. Mudah-mudahan di Tanjungmorawa juga dapat dibangun sekolah integrasi sesuai amanah Bapak Presiden, demi mempercepat terwujudnya pendidikan yang lebih baik,” tandasnya. (id.28)











