PANYABUNGAN (Waspada.id): Sekitar 20 orang mahasiswa yang tergabung di IMA Madina STAIN Mandailing Natal, melakukan aksi unjurasa di Gedung DPRD, agar DPRD segera mengusut dan menggunakan kewenangannya untuk memeriksa seluruh Dapur MBG (Makan Gizi Gratis).
Wartawan yang langsung di lokasi aksi demo di Gedung DPRD, Rabu (11/2) melaporkan mahasiswa yang mengaku IMA Madina STAIN Madina, datang ke Gedung DPRD naik dengan mobil pick up sambil meneriakkan, “Hidup Mahasiswa …Hidup Mahasiswa….Hidup Mahasiswa” dan disambut sejumlah anggota polisi.
Muhammad Raehan, mengingatkan DPRD segera turun melihat langsung dapur MBG yang banyak tidak sesuai dengan SOP sesuai yang diharapkan.
Baik Sofyan dan Muhammad Raehan dalam Orasinya, mengharapkan kepada DPRD agar memeriksa personel dapur MBG, kepala DPPG, ahli gizi.
Selain itu, periksa akuntan, juru masak, ahli sanitasi, asisten lapangan dan relawan dapur.
Kata mereka, apakah persyaratan untuk jadi personel MBG sudah dipenuhi kapan dan dimana dilaksanakan perekrutan personel MBG.
Kata dia, diduga banyak nepotisme dalam perekrutan dan mengabaikan syarat-syarat yang dibutuhkan sesuai SOP MBG.

Bahkan, ujar mereka, pihaknya meminta DPRD Kabupaten Mandailing Natal mengkaji ulang anggaran MBG di Kabupaten Mandailing Natal.
“Aparat penegak hukum diduga tutup mata dengan banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang telah terjadi selama program MBG dilaksanakan,” ujarnya.
“Kaji ulang kembali keberadaan MBG di Mandailing Natal, apakah sudah sesuai SOP, karena diduga menjadi ladang korupsi massal di Madina,” ujar mereka bergantian.
Mahasiswa IMA Madina yang demo merasa tidak puas dengan tidak adanya anggota DPRD yang datang menerima aksi.
“Kami butuh kepastian, kapan ada kepastian dari DPRD terhadap tuntutan mahasiswa,” ujar mereka.
Sekwan DPRD Madina, Afrizal yg menerima peserta aksi demo, mengutarakan seyogianya aksi ini dilakukan pukul 10.00 WIB, Ketua DPRD Madina H.Erwin Efendi Lubis, sudah ada sejak pagi.
“DPRD sudah menunggu sejak pagi, karena pihak mahasiswa belum datang, ketua DPRD ada tugas yg nggak bisa ditinggalkan, makanya tidak hadir saat ini,” ujar Sekwan DPRD Madina Afrizal.(id100)











