BINJAI (Waspada.id): Pemerintah Kota Binjai terus memperkuat langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian, Pemko Binjai melaksanakan vaksinasi PMK bagi sapi milik peternak di wilayah Kota Binjai.
Kegiatan vaksinasi ini berlangsung di peternakan sapi Tabebuya Farmland, Jalan Rukam, Kecamatan Binjai Barat, Selasa (3/2/2026). Sebanyak 158 ekor sapi mendapatkan suntikan vaksin PMK sebagai upaya perlindungan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Nanda SP, mengatakan vaksinasi dilakukan sebagai langkah antisipatif agar wabah PMK tidak masuk ke wilayah Kota Binjai. Ia menegaskan hingga saat ini belum ditemukan laporan sapi terjangkit PMK.
“Pelaksanaan vaksinasi ini untuk mencegah terjadinya PMK di Kota Binjai yang bisa berdampak pada hewan ternak, terutama menjelang hari raya. Sampai sekarang, Kota Binjai masih kita pastikan berada di zona hijau PMK,” ujar Nanda usai meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi.

Nanda yang didampingi Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Zefri, juga mengimbau seluruh peternak sapi di Kota Binjai agar proaktif melaporkan ternaknya untuk mendapatkan vaksinasi.
“Kami mengajak para peternak untuk segera menyampaikan laporan ke Dinas Ketapang dan Pertanian melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan. Vaksinasi ini penting agar sapi terhindar dari PMK,” katanya.
Menurut Nanda, vaksinasi tidak hanya menjaga kesehatan hewan ternak, tetapi juga berdampak langsung pada kestabilan ekonomi peternak. Ia berharap Kota Binjai dapat terus terbebas dari PMK.
“Dengan pemberian vaksin ini, diharapkan kekebalan sapi meningkat. Jika PMK bisa dicegah, sektor peternakan akan terus berjalan dan ekonomi peternak ikut terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nanda juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan peternakan Tabebuya Farmland. Ia menilai kondisi kandang bersih dan kesehatan sapi terawat dengan baik.
“Peternakan sapi di Tabebuya Farmland ini sangat bagus. Sapinya sehat, bersih, dan terawat. Ini bisa menjadi contoh bagi peternak lain di Kota Binjai, termasuk pengembangan peternakan perkotaan untuk mendukung keamanan pangan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Tabebuya Farmland, Muhammad Irsan, mengaku bersyukur atas vaksinasi PMK gratis yang diberikan Pemko Binjai. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat membantu peternak dalam mencegah wabah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Ketapang dan Pertanian yang telah melakukan vaksinasi PMK secara gratis. Mudah-mudahan dengan vaksin ini, sapi kami terhindar dari wabah PMK,” ucap Irsan.
Ia menambahkan, selain vaksinasi, pihaknya juga rutin menjaga kebersihan kandang, memberikan vitamin, serta melakukan penyemprotan disinfektan. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran PMK.
“Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada ternak kami yang terjangkit PMK. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas peternakan agar pencegahan PMK bisa maksimal,” pungkasnya. (Id91)











