ASN Humbahas Diharapkan BERAKHLAK

  • Bagikan
BUPATI Humbahas melalui Pj. Sekda Humbahas Chiristison Marbun menyampaikan sambutan dalam pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) Penerapan e-kinerja BKN dan Peningkatan Indeks Profesional (IP) ASN. Waspada/Ist
BUPATI Humbahas melalui Pj. Sekda Humbahas Chiristison Marbun menyampaikan sambutan dalam pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) Penerapan e-kinerja BKN dan Peningkatan Indeks Profesional (IP) ASN. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Capaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan sesuai nilai dasar kepegawaian yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif (BERAKHLAK) untuk pegawai yang profesional.

Demikian disebut Bupati Humbahas melalui Pj Sekdakab Chiristison R Marbun disela pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) Penerapan e-kinerja BKN dan Peningkatan Indeks Profesional (IP) ASN yang dilaksanakan di Aula Hutamas Perkantoran Tano Tubu, Doloksanggul, Selasa (19/3).

Dengan penerapan e-kinerja BKN dan Peningkatan Indeks Profesional (IP) ASN, pengelolaan kinerja ASN dengan berbasis digitalisasi dapat terhubung sehingga tercapai otomatisasi.

Dia juga memaparkan, sejatinya orientasi pemerintah bukan di aplikasi e-kinerja akan tetapi target di e-kinerja itu sendiri. Penilaian bukan hanya di e-kinerja tetapi instrumen dalam memandang pengelolaan kinerja pegawai, sebagai alat yang bermanfaat memberikan informasi kepada pimpinan dan pengawai tentang seberapa baik kinerja yang dicapai untuk tujuan organisasi dan ruang apa saja yang membutuhkan perbaikan. Hal ini juga menjadi dasar memberikan penghargaan dan pembimbingan kepada pegawai.

Menurut Chiristison, salah satu kunci utama pengelolaan kinerja pegawai adalah dialog kinerja. Melalui dialog kinerja akan memberikan fleksibilitas kepada pimpinan untuk menetapkan ekspektasi terhadap pegawainya, sehingga dapat meningkatkan efektifitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Saat ini banyak pejabat atau unsur pengelola administrasi kepegawaian tidak memahami tugas-tugas dibidang administrasi kepegawaian khususnya penerapan e-kinerja BKN. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis atau kurangnya koordinasi instansi dengan yang mengelola administrasi,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Chiristison, peserta bimtek ini untuk memanfaatkan pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mengimplementasikannya di masing-masing OPD dalam rangka penerapan e-kinerja BKN. (cas/a08)

  • Bagikan