Ayah Tiri Di DS Tega Aniaya Putra Sambung Hingga Tewas

  • Bagikan
Ayah Tiri Di DS Tega Aniaya Putra Sambung Hingga Tewas
Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol Wirhan Arif saat menginterogasi tersangka. (Waspada/Edward Limbong)

DELISERDANG (Waspada): SDSZ seorang ayah berusia 22 tahun yang diduga tega menganiaya putra sambungnya berusia 2 tahun 8 bulan hingga tewas, karena faktor kesal korban rewel saat sakit.

“Kemudian karena ada disebabkan anaknya mengalami sakit dan rewel, sehingga pelaku melakukan secara spontan, memukul dan menganiaya korban hingga mengakibatkan meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang (DS), Kompol Wirhan Arif, kepada wartawan, Kamis (4/1).

Awalnya, Wirhan menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30, tepatnya di rumah pelaku di Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang. Awalnya korban bersama pelaku di rumah berdua, sedangkan ibu korban Jelita Siallagan 21, sedang bekerja di sebuah rumah makan.

Usai melakukan aksinya, SDSZ menghubungi bos Jelita Siallagan dan memintanya untuk memberi tahu ke Jelita Siallagan kalau sakit anaknya semakin parah. Mendapat informasi itu, Jelita Siallagan langsung pulang ke rumahnya.

“Sesampainya di rumah pelapor (Jelita Siallagan) melihat kalau anaknya dalam keadaan tak sadarkan diri, selanjutnya ibu korban dan warga membawa korban ke RSUD H. Amri Tambunan,” kata Wirhan.

Sesampainya di sana, korban dinyatakan telah tewas, lalu terlihat di tubuh korban banyak luka memar. Jelita Siallagan kemudian melaporkan peristiwa ini ke polisi dan pada hari itu juga polisi menangkap SDSZ di salah satu tempat di Deliserdang.

Saat diinterogasi SDSZ pun mengakui perbuatannya, ternyata penganiayaan ini juga bukan hanya dialami korban, Jelita Siallagan pun kerap dianiaya SDSZ.

“Sebelumnya memang motif yang kami dalami atas keterangan baik dari saksi ibu kemudian dari pelaku, bahwasanya selama ini memang ada ketidakharmonisan dalam rumah tangga, cekcok sehingga ayah tirinya itu, melakukan penganiayaan terhadap anak tiri,” ujar Wirhan.

Kini pelaku ditahan di Mapolresta Deliserdang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam dijerat melanggar pasal 340 subsider pasal 338 KUHPidana dan atau pasal 80 ayat 4 junto pasal 76 C dari UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dan atau pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (a16)

  • Bagikan