Bangunan Empat Sekolah Madrasah Di Dairi Lamban Dikerjakan

Proses Belajar Mengajar Kurang Nyaman

  • Bagikan
PEMBANGUNAN Sekolah MIN 1 Sidikalang baru tahap pengorekan pondasi, difoto pada 7/2/2024. Waspada/Kartolo Munte.
PEMBANGUNAN Sekolah MIN 1 Sidikalang baru tahap pengorekan pondasi, difoto pada 7/2/2024. Waspada/Kartolo Munte.

SIDIKALANG (Waspada): Pekerjaan pembangunan rehabilitasi dan renovasi empat sekolah Madrasah di Dairi dinilai lamban sehingga proses belajar mengajar dikhawatirkan terasa tidak nyaman.

Pasalnya empat sekolah Madrasah yang mendapat bangunan rehab dan renovasi hingga saat ini masih dalam pekerjaan dan jauh dari harapan padahal waktu pekerjaan sudah jelang empat bulan dikerjakan .

Ke empat sekolah Madrasah tersebut yang menerima pembangunan di Kabupaten Dairi diantaranya Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)1 Sidikalang, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sidikalang, Madrasah Tsyanawiyah Negeri (MTsN)1 Sidikalang dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Karing.

Kepala Sekolah MAN 1 Sidikalang Amry Al Ansori saat diminta tanggapannya mengatakan, tetap bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat atas perhatiannya untuk merehab dan merenovasi ruang kelas MAN 1 Sidikalang walaupun terkesan lamban dalam pengerjaanya.

Atap bangunan sudah lama dibongkar tapi belum selesai dikerjakan bahkan tukang terkadang tidak ada yang bekerja. “Saat ini sudah 9 ruangan kelas atapnya dibongkar namun belum selesai dikerjakan,” katanya.

Saat ditanya berapa kelas usulan bangunan yang diajukan, Ansori menyebutkan semua kelas akan direhab mengingat bangunan kelas saat ini merupakan bangunan lama. Namun, dikatakan Amry Al Ansori, secara teknis tidak mengetahui karena kontraktornya tidak pernah bertemu.

“Dari awal kita berharap dalam pekerjaannya dikerjakan secara bertahap artinya selesai dulu tiga kelas baru dilanjut mengerjakan ruang lainnya sehingga proses belajar dan mengajar tidak terganggu,” katanya.

Kepala MIN 1 Sidikalang Fahry Sitanggang diminta tanggapannya mengatakan tetap bersyukur dan berterimakasih kepada atasan perhatian pembangunan MIN 1 Sidikalang.

Hanya saja dikatakan Sitanggang, pihak sekolah harus membuat anak anak sebahagian harus masuk siang karena ruang kelas sedang dibangun. Selain itu kata Sitanggang, guru petugas piket harus ketat memperhatikan anak-anak untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Kita selalu memperhatikan anak-anak agar tidak mendekat ke lokasi pembangunan sekolah, soalnya galian pondasi cukup dalam dan banyak bahan material dan besi terletak di lokasi pembangunan,” ungkap Fahry Sitanggang.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Sidikalang Nurhayati Kaloko kepada Waspada di kantornya menyampaikan terimakasih dan rasa syukurnya atas rehab ruang belajar dan mendapat bangunan ruang kelas baru. Cuma, disebutkan Nurhayati, dia sedikit kecewa karena dinilai terlalu lama dalam pekerjaannya.

“Akibat lama selesai dikerjakan, secara otomatis berpengaruh dengan kinerja dari pihak sekolah karena beberapa ruang kelas harus digabung, dari dua kelas menjadi satu kelas, sehingga proses belajar mengajar tidak efektif,” terangnya.

Saat ditanya awal pembangunan dikerjakan pihak pemborong, Nurhayati menyebutkan mulai dikerjakan pada November 2023 yang lalu.

Sedangkan pembangunan direncanakan dulunya merehab seluruh atap kelas dan plafon termasuk pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB), kamar mandi dan tembok keliling sekolah.

Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Karing Suabdin Padang mengatakan, pembangunan sedang berjalan.

Dari pantauan Waspada, pembangunan rehabilitasi dan renovasi keempat sekolah Madrasah tersebut dari Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah I Provinsi Sumatera Utara. Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Pemukiman Wil. I Provinsi Sumatera Utara dengan nama kegiatan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah Wilayah I yang dikerjakan oleh satu perusahaan yakni PT. UNO Tanoh Seuramo dengan masa waktu pekerjaan 300 hari kalender.

Terpantau dari plank proyek yang terpampang, Pembangunan MAN 1 Sidikalang bersumber dari APBN dengan pagu Anggaran Rp3.803.657000 masa pekerjaan 300 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Pembangunan MIN 1 Sidikalang bersumber APBN pagu Anggaran Rp4.939.924.000 masa pekerjaan 300 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Kemudian pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 bersumber APBN pagu Anggaran Rp5.123.075.000, masa pekerjaan 300 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Sedangkan pembangunan MIN2 Karing sumber APBN pagu anggaran Rp2.068.285.000 masa pekerjaan 300 hari kalender.

Kepala UPT PUPR Sidikalang melalui Kepala Tata Usaha (TU) Erni Lumban Tobing saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (20/2) menjelaskan, terkait pembangunan empat sekolah Madrasah di Dairi tidak ada keterlibatan UPT PUPR Sidikalang dalam pekerjaan tersebut.

“Kami dari UPT PUTR Sidikalang tidak ada terkait dengan pembangunan tersebut, itu langsung dari pusat,” katanya menjawab pertanyaan Waspada.(a25/a24).

  • Bagikan