SERGAI (Waspada.id). Banjir di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) terus meluas hingga Minggu (30/11/2025), menyebabkan 16.987 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan ribuan rumah terendam air.
Minimnya sarana evakuasi membuat sebagian warga terpaksa merakit batang pisang sebagai alat transportasi darurat untuk mengevakuasi barang dan keluarga yang mengungsi.
Warga juga hilir mudik meninjau rumah mereka guna memastikan kondisi harta benda yang ditinggalkan selama pengungsian. Mereka berharap pemerintah bersama TNI dan Polri melakukan pemantauan dan menjaga keamanan rumah warga.
“Kami berharap ada patroli dan penjagaan, karena semua rumah sedang kosong,” ujar sejumlah warga yang mengungsi.

Berdasarkan data BPBD Sergai, warga terdampak per kecamatan yaitu: Sipispis 83 KK, Tebing Syahbandar 452 KK, Dolok Masihul 819 KK, Perbaungan 1.497 KK, Teluk Mengkudu 535 KK, Pantai Cermin 137 KK, Sei Rampah 4.804 KK, Tebing Tinggi 266 KK, Tanjung Beringin 5.330 KK, Bandar Khalipah 1.841 KK, dan Sei Bamban 1.223 KK.
Kepala BPBD Sergai, Abdul Rahman Purba, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan sejumlah tenda posko di wilayah-wilayah terdampak. “Tenda posko sudah kita dirikan di berbagai desa untuk menampung warga yang mengungsi,” ujarnya.
Abdul Rahman menjelaskan, saat ini total 27 unit tenda telah terpasang, masing-masing di Perbaungan (2 unit), Teluk Mengkudu (3 unit), Sei Rampah (14 unit), Sei Bamban (1 unit), Bandar Khalifah (4 unit), Tebing Tinggi (2 unit), dan Tebing Syahbandar (1 unit).
Selain itu, Pemkab Sergai juga menyalurkan perahu untuk evakuasi dan mobilitas masyarakat. Total tujuh unit perahu tersebar di Kecamatan Sei Rampah dan Bandar Khalifah.
“Perahu karet sudah kita turunkan untuk membantu evakuasi warga,” jelas Kepala BPBD Sergai kepada waspada.id, lewat pesan WhatsApp, Minggu sore (30/11/2025). (id31/BS)












