PANYABUNGAN (Waspada.id): Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kelangkaan selama seminggu terakhir, dengan jenis subsidi Pertalite, Pertamax, hingga Solar sulit ditemukan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Meskipun demikian, BBM tetap dapat dibeli di pengecer ketengan tanpa izin dengan harga mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter.
Bupati Madina H. Saifullah Nasution, SH.MM, yang dihubungi Senin (2/2/2026) melalui selular, mengungkapkan bahwa kondisi kelangkaan akan segera pulih.
“Segera ada solusi karena Depo Pertamina Sibolga sudah beroperasi lagi untuk mensuplai kebutuhan BBM ke kabupaten-kabupaten yang menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya.
Menurut Saifullah, kelangkaan terjadi karena kapal pengangkut BBM dari Dumai-Riau tidak bisa bersandar di dermaga Sibolga beberapa hari lalu akibat ombak tinggi yang menyebabkan penundaan distribusi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Syahnan Pasaribu mengimbau para pengecer agar tidak memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara berlebihan.
“Kami dari Pemkab Madina mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat, terutama tingkat pengecer tidak menaikkan harga BBM terlalu tinggi,” katanya.
Diketahui, situasi kelangkaan dimanfaatkan pengecer melalui penyalur gelap untuk meraup untung besar, dengan dugaan kerja sama antara penyalur gelap, pengecer, dan pihak SPBU. Namun, pihak Pemkab belum menggelar razia dan hanya melakukan imbauan agar penjualan BBM bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada saat bencana akhir tahun 2025 silam.(id100)












