EkonomiSumut

BBM Langka di Sibolga, HNSI Minta Manager Pertamina Patra Niaga Evaluasi Kepala Depot

Pertamina: Dalam Proses Pemulihan

BBM Langka di Sibolga, HNSI Minta Manager Pertamina Patra Niaga Evaluasi Kepala Depot
Kecil Besar
14px

SIBOLGA (Waspada.id) Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Sibolga dikeluhkan para nelayan. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Sibolga.

Ketua HNSI Kota Sibolga, Haris Munandar Harahap, mengatakan para nelayan kesulitan memperoleh BBM meski faktor pendukung untuk melaut seperti peralatan, tenaga kerja, dan kondisi cuaca saat ini dinilai cukup baik.

“Peralatan, pekerja, dan cuaca sudah mendukung, namun BBM justru tidak tersedia,” ujar Haris kepada Waspada.id, Senin (2/2/2026).

Haris menjelaskan, dalam Rapat Kerja internal HNSI, kebutuhan BBM bagi nelayan telah ditetapkan sebagai prioritas utama. Namun apabila kondisi kelangkaan ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap aktivitas melaut serta perekonomian masyarakat nelayan di Sibolga.

Ia menambahkan, kesadaran nelayan terhadap aturan dan perizinan juga semakin meningkat. Para nelayan dinilai telah berupaya menaati ketentuan yang berlaku guna memperoleh BBM sebagai kebutuhan dasar dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

“Nelayan sudah mulai sadar pentingnya perizinan dan tetap taat terhadap aturan. Karena itu, pihak Depot Pertamina Sibolga juga diharapkan lebih memperhatikan skala prioritas dalam pendistribusian BBM, mengingat kondisi ini sudah sangat mendesak,” katanya.

Terkait hal tersebut, HNSI Kota Sibolga meminta Manager PT Pertamina Patra Niaga untuk segera melakukan evaluasi terhadap Kepala Depot Pertamina Sibolga. Evaluasi dinilai penting agar proses pendistribusian BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat berjalan lancar.

“Harapan kami, dengan evaluasi tersebut, masyarakat khususnya para nelayan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan BBM,” pungkas Haris.

Dalam Proses Pemulihan

Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut ketika dikonfirmasi menyebutkan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan penyaluran BBM di wilayah Tapanuli dan sekitarnya saat ini berada dalam proses pemulihan secara bertahap dan terkendali, seiring optimalisasi pola distribusi dari Fuel Terminal (FT) Sibolga.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, dalam rangka menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi.

“Sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), disiapkan total muatan masing-masing sebesar 2.000 KL dan 4.000 KL. Sementara itu, suplai produk Pertamax sebesar 1.000 KL,” ujarnya.

Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan akan kembali berangsur normal, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut.

“Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara,” pungkasnya. (Tnk)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE