Beban Hidup Rakyat Kecil Makin Berat, Harga Kebutuhan Pokok Terus Melonjak

  • Bagikan
DUA ibu rumah tangga, Yani dan Nurhamidah mengeluhkan tingginya harga beras. Waspada/Asrirrais
DUA ibu rumah tangga, Yani dan Nurhamidah mengeluhkan tingginya harga beras. Waspada/Asrirrais

LANGKAT (Waspada): Beban kehidupan masyarakat strata menengah ke bawah, kian hari terasa semakin makin berat karena harga berbagai kebutuahan pokok di pasaran terus mengalami tren kenaikan.

Berdasarkan pengamatan Waspada di sejumlah warung, Jumat (23/2), harga beras dengan kualitas rendah mencapai Rp190.000/ karung volume 15 Kg, sementara beras dengan standar premium Rp215.000/karung.

Menurut pedagang, kenaikan harga bahan pokok beras ini sudah terjadi dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini. Melonjaknya harga nakanan pokok ini sangat memberatkan beban hidup masyarakat kecil.

Tidak hanya beras, tapi harga telur pembelian pedagang dari agen juga ikut naik, yakni dari sebelumnya Rp43.000 per rak (30 butir), kini menjadi Rp47.000. Naiknya harga telur ayam membuat pedagang menaikan harga eceran.

Selain itu, harga cabe merah kriting pasca Pemilu mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni dari Rp47.000/Kg, kini melonjak menjadi Rp70.000 dan kentang dari Rp10.000/Kg naik menjadi Rp15.000/Kg.

Sementara, minyak goreng curah mengalami kenaikan tipis, dari Rp15.000/Kg, naik menjadi Rp15.500/Kg. Sedangkan harga eceran gula pasir masih bertahan, karena beberapa bulan sebelumnya sudah mengalami kenaikan.

Nurhamidah, 29, salah seorang ibu rumah tangga mengeluhkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, terutama beras. Ibu dari tiga orang anak itu memohon kepada pemerintah agar dapat menstabilkan harga beras.

Dia mengakui ada mendapatkan bansos beras dari pemerintah sebanyak 10 Kg/bulan dan bansos ini berlanjut sampai bulan Juni 2024. Akan tetapi, bantuan tersebut diakauinya tidak cukup buat kebutuhan sebulan, karenanya ia harus membeli beras.

Ibu rumah tangga ini mengakui, bansos beras dari pemerintah sangat menolong dan dia berharap bantuan makanan pokok ini terus berkelanjutan. “Sebagai masyarakat kecil, kami sangat berharap bansos beras terus berlanjut.

Bahan pokok beras dipastikan tidak akan turun dalam sebulan ke depan, malah harga bahan pangan ini diperkirakan terus bergerak naik sampai memasuki bulan suci Ramadan sampai menjelang hari raya Idul Fitri.

Nasir, salah seorang distributor beras asal Aceh dalam bincang-bincang bersama Waspada belum lama ini, memperkirakan harga beras premium bisa menembus angka Rp250.000 per karung volume 15 Kg.

Dia mengatakan, harga beras terus bergejolak naik dipicu harga pembelian gabah dari petani yang cukup tinggi. “Harga pembelian gabah dari petani sampai ke kilang di Aceh Utara dan Aceh Timur mencapai Rp7400/Kg,” ujarnya. (a10)

  • Bagikan