Berita Pungutan Pendaftaran Kepling Mencuat, Plt Lurah Mendadak Rapat

  • Bagikan
Berita Pungutan Pendaftaran Kepling Mencuat, Plt Lurah Mendadak Rapat
SEBELUM pemlihan, empat kandidat Kepling hadir ke kantor lurah Bukit Jengkol, Kec. Pangkalansusu. Waspada/Ist

PANGKALANSUSU (Waspada): Suhu politik jelang pemilihan Kepling memanas. Pasca mencuatnya pemberitaan terkait pungutan biaya pendaftaran terhadap calon Kepling, Plt Lurah Bukit Jengkol, Kec. Pangkalansusu, mendadak gelar rapat khusus, Sabtu (16/9).

Rapat membahas masalah pungutan biaya dan sistem pemlihan ini dihadiri Plt Lurah, M. Yandra, Ketua LPMK, Sukarno DP, personel Bhabinkamtibmas, empat calon Kepling, panitia pemilihan, dan Bhabinkamtimas Polsek Pangkalansusu.

Plt Lurah Bukit Jengkol, M. Yandra, ditemui Waspada mengatakan, awalnya seorang kandidat meminta pengembalian uang biaya pendaftaran, namun setelah diberi penjelasan bahwa anggaran untuk pemilihan Kepling tak ada, ia akhirnya memahami.

Sementara, lanjutnya, seorang kandidat lagi, yang sebelumnya juga meminta biaya pendaftaran dikembalikan, namun akhirnya mafhum. Tapi, kata Yandra, kandidat ini, meminta panitia untuk merincikan buat apa saja uang pendafataran ini digunakan.

Menurut Plt Lurah, pembahasan masalah uang pendaftaran sudah clear dan tak ada masalah. “Saat ini tahapan pemlihan sedang berjalan. Hari ini empat orang kandidat Kepling sedang mengikuti proses ujian tertulis,” ujar Yandra.

Dia lebih lanjut menjelaskan, ada pun materi yang diujikan kepada para kandidat Kepling, yakni sepuluh pertanyaan pilihan berganda dan kemudian lima pertanyaan berbentuk essay.

“Nilai ujian ini nantinya digunakan untuk mengantisipasi apabila dalam pemilihan yang berlangsung esok, Minggu (17/9), kandidat memperoleh suara sama,” ujar Yandra seraya berharap proses pemlihan berjalan lancar.

Sebelumnya, Camat Pangkalansusu Agung Tritantyo S.STP, M.AP menyatakan, siapa pun yang ingin mendaftar sebagai calon Kepling tidak dikenakan biaya apapun. Namun, seruan camat tidak berjalan, karena panitia tak punya anggaran.

Sejak awal, proses pemilihan Kepling VII dan Kepling VIII menuai polemik berkepanjangan, pasca dinonaktifikan dua Kepling dan dua Kepling pengganti yang diangkat mantan lurah dianulir karena tak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Perbup. (a10)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *