SIMALUNGUN (Waspada.id): Bhayangkari Cabang Simalungun bersama Istri-istri Forkopimda Kabupaten Simalungun memberikan takjil kepada anak-anak Panti Asuhan Islamic Center di Kecamatan Siantar, Jumat sore (27/02/2026) mulai pukul 17.40 WIB. Kegiatan yang penuh kehangatan ini juga diikuti oleh perwakilan Jasa Raharja, Bank Sumut, dan Bank BRI.
“Kegiatan berbagi takjil di Panti Asuhan Islamic Center ini adalah bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Anak-anak panti adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pukul 22.30 WIB pada hari yang sama.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan lebih luas dari sekadar berbagi makanan. “Kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan rasa persaudaraan yang tulus di masyarakat Simalungun. Kepedulian tanpa memandang status sosial — itulah nilai yang ingin kami tanamkan. Ketika Bhayangkari, Istri Forkopimda, dan mitra kami bersatu dalam satu kegiatan seperti ini, pesannya sangat kuat,” tambahnya.

AKP Verry juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat. “Kami titipkan pesan kepada masyarakat — jaga ketertiban berlalu lintas, jaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan. Keamanan adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada sesama di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya menutup keterangan.

Kegiatan yang penuh makna ini dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Nanik M. Aritonang. Turut hadir Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih (Istri Bupati Simalungun), Ny. Kiki Gede Agus Dian Pringgana (Ketua Persit KCK Cabang XXXIV Dim 0207), Ny. Deni Sartika Sugiarto (Istri Ketua DPRD Kabupaten Simalungun), serta Ny. Anna Atafah Syekh Dr. Ahmad Sabban el-Rahmany Rajagukguk.
Kehadiran para ibu tersebut menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas jabatan, dan mereka hadir sebagai sosok ibu yang peduli kepada anak-anak panti. Takjil yang diserahkan membawa pesan bahwa tidak ada anak yang seharusnya berbuka puasa dalam sepi. [***]












