BNN Deliserdang Ungkap Sindikat Narkoba Antar Provinsi Aceh-Batam

  • Bagikan
Kepala BNN Kabupaten Deliserdang AKBP Endang Hermawan saat menyampaikan konferensi pers akhir tahun 2023. (Waspada/Edward Limbong).
Kepala BNN Kabupaten Deliserdang AKBP Endang Hermawan saat menyampaikan konferensi pers akhir tahun 2023. (Waspada/Edward Limbong).

DELISERDANG (Waspada): Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deli Serdang mengungkap sebanyak 5 kasus tindak pidana narkotika dengan total tersangka 6 orang dan menyita barang bukti sabu sebanyak 250.73 gram. Satu dari 6 tersangka tersebut merupakan sindikat bandar narkoba jaringan antar Provinsi Aceh dan Kepulauan Riau, Kota Batam.

“Pengungkapan terduga bandar narkoba Aceh-Batam ini merupakan hasil penyelidikan Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Deliserdang pada 28 Agustus 2023 di sekitar Bandara Kualanamu Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang,” kata Kepala BNN Kabupaten Deliserdang AKBP Endang Hermawan dalam konferensi pers akhir tahun di kantor BNN Kabupaten Deliserdang, Jl Karya Utama Kompleks Perkantoran Bupati, Rabu (27/12/2023)

“Petugas mengamankan satu orang tersangka inisial MR beserta barang bukti dua bungkus sabu dikemas dalam plastik transparan dengan berat 209 gram dan satu unit handphone,” tambah Endang.

Menurut Endang, MR memperoleh sabu dari seorang laki-laki inisial Z, dalam pencarian orang (DPO). “Adapun upah yang diberikan kepada tersangka MR sebesar Rp20 juta. Untuk tersangka dan barang bukti saat ini kita amankan di Kantor BNN Kabupaten Deliserdang,” tegasnya.

Endang pun menjelaskan sepanjang tahun 2023 keberhasilan yang telah diungkap pihaknya dari 23 razia yang dilakukan terdapat 81 orang positif dan 80 orang negatif. “Untuk layanan asesmen terpadu, target 26 orang, realisasi 120 orang, rehab proses hukum lanjut 112 orang, rehabilitasi 8 orang dengan memakan anggaran senilai Rp36.680.000,” jelasnya.

Sedangkan untuk pencegahan, Endang menyebut ada dua hal dilakukan. Pertama program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba. Dimana, tanggap darurat narkoba nasional di Indonesia harus ditanggapi dengan peningkatan peran aktif keluarga dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketahanan keluarga, kata Endang merupakan kemampuan meningkatkan daya tangkal dari ancaman penyalah gunaan dan peredaran gelap Narkoba.

“Pada tahun 2023, BNNK Deli Serdang memperoleh kategori Sangat Tinggi dengan target capaian Indeks Ketahanan Keluarga (DEKTARA) sebesar 78,69 dan terealisasi sebesar 95,089 dengan persentase capaian target sebesar 120,8 persen,” katanya.

Kemudian yang ke dua. Lanjut Endang program Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Desa. Program Ketahanan Keluarga Berbasis Sumber Daya Desa ini merupakan tindak lanjut program Desa Bersinar Bersih Narkoba. Desa Bersinar adalah satuan wilayah setingkat Kelurahan/Desa yang memiliki Program (P4GN).

” Pada tahun 2023, BNNK Deliserdang mencanangkan dua Desa Bersinar yaitu Desa Dalu Sepuluh A dan Desa Tanjung Morawa B di Kec Tanjung Morawa, Deliserdang,” ujarnya.

Endang Hermawan menjelaskan, pihaknya juga melakukan tes urine diberbagai tempat. Metode pengujian tes urin dilakukan dua macam. Pertama uji skrining, untuk menilai secara kualitatif apakah di dalam urine terdapat narkoba atau metabolitnya. “Hasilnya berupa presumtif (dugaan) positif atau negatif,” ujarnya.

Kedua dilakukan uji konfirmasi, untuk memastikan hasil yang didapat saat uji skrining. Metode ini hanya dilakukan di laboratorium. Bagi para peserta yang mendapatkan hasil uji konfirmasi positif, maka yang bersangkutan akan direkomendasikan kepada Seksi Rehabilitasi untuk dilakukan proses asesmen.

“Sepanjang tahun 2023 kami sudah melakukan kegiatan tes urine 109 kali di berbagai tempat di Deliserdang. Dari 3.897 orang dilakukan tes urine hanya 64 orang yang positif yakni, instansi pemerintah 14 orang, lingkungan swasta 13 orang, lingkungan pendidikan 16 orang dan lingkungan masyarakat 21 orang,” tutup Endang. (a16).

  • Bagikan