Sumut

Brandan Butuh Play Ground, Wahana, RTH Dan Taman Kota

Brandan Butuh Play Ground, Wahana, RTH Dan Taman Kota
Peserta Diskusi dan Silaturahmi tentang Pembangunan Kota Pangkalan foto bersama di Kantor CCM Gg Melur Kelurahan Brandan Timur Baru Kecamatan Babalan, Jumat (16/1/26). Waspada.id/Boy Aprizal. 
Kecil Besar
14px

P.BRANDAN (Waspada.id): Saat ini Pangkalanbrandan sangat membutuhkan ketersediaan ruang terbuka kota untuk memenuhi kebutuhan kegiatan masyarakat baik anak-anak, remaja-dewasa, hingga manula. 

Ruang kota sebagai ruang interaksi dan  kolaborasi yang mampu untuk mengakomodir kegiatan-kegiatan non formal masyarakat kota lintas usia dan generasi, semisal tempat bermain, wahana anak-anak (play ground), panggung terbuka seni pertunjukan (amphitheater), sarana olahraga non formal terbuka (sport park), taman edukasi-rekreasi, yang nantinya secara menyeluruh tempat tersebut merupakan taman kota ruang terbuka hijau (city park). 

“Semua fasiltas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Pangkalanbrandan umumnya terkhusus generasi Z,” sebut Muhammad Yusuf  atau yang akrab dipanggil Usup Toke, salah seorang tokoh berpengaruh Pangkalanbrandan, usai menghadiri acara Diskusi dan Silaturahmi Tentang Pembangunan Kota Pangkalanbrandan yang digelar di Gg. Melur Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Jumat (16/1/26).

Disebutkan, saat ini Pangkalanbrandan memiliki lahan yang tepat untuk lokasi tersebut tepatnya di lahan Puraka I Pertamina RU II P.Brandan. 

Proses dan pencapaian yang diharapkan tentu memerlukan dukungan dari stakeholder yang terkait, yakni masyarakat dan Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Pusat, dan tentunya adalah Pertamina sebagai pemilik otoritas atas lahan tersebut.

Dalam diskusi tersebut, sebagai narasumber, Arsitek – Praktisi Tata Ruang Dan Arsitektur Kota Ar. Tony M. Hutapea IAI memaparkan usulan konsepnya, latar belakang dan strategi untuk mewujudkan pembangunan kawasan tersebut. 

Tak lupa juga disampaikannya bahwa peran kepala daerah sangat penting dalam perwujudan keinginan atau cita-cita masyarakat yang sudah sangat lama dirindukan kehadirannya. Bahwa sejak awal munculnya ide terebut memang dilatarbelakangi oleh kesamaan pandangannya dengan masyarakat kota dan pemerintah daerah. 

Diskusi dan Silaturahmi tentang Pembangunan Kota Pangkalanbrandan itu juga dihadiri tokoh tokoh berpengaruh di Kabupaten Langkat seperti H Syahrum Hakim, Iriansyah Nasution, Dato Setia Satiya Samudra Wangsa Adhan Nur, M Yusuf Tokeh, Dedi atau Ucok Palang, R Simangungsong, Hermansyah Nasution, Ibnu Hajar dan tokoh pemuda seperti Agus Naibaho, Sukrisnur atau Atok Labu,  Felian Ariska , Benny Arif, Muslim Yusuf dan lainnya. (Id27)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE