EkonomiSumut

Bupati Deliserdang Beli Bawang Merah Petani Sebanyak 1 Ton

Bupati Deliserdang Beli Bawang Merah Petani Sebanyak 1 Ton
Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan saat meninjau pekerja membersihkan bawang merah yang baru siap dipanen di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu( 31/1/26). (Waspada.id/syahril)
Kecil Besar
14px

BERINGIN (Waspada.id): Bupati Deliserdang, dr.H.Asri Ludin Tambunan membeli 1 ton bawang merah siap jual milik petani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1/26).

Pembelian bawang merah tersebut bermula saat Bupati Asri Ludin Tambunan sambangi salah satu rumah petani disela panen bawang merah di daerah itu.

“Berapa banyak ini yang dipanen?”, tanya Asri Ludin Tambunan kepada petani.

“Kalau yang masih dibersihkan ini Pak ada belum ditimbang, tapi di dalam ada yang sudah kering dan siap jual sebanyak 1 ton,” kata Nasam, petani bawang.

Dijelaskan Nasam, sebenarnya beberapa hari lalu ada agen yang ingin membeli bawang merah miliknya, tapi karena harga hanya Rp20 per kilogram, ia tak melepasnya.

Mendengar itu, Asri Ludin Tambunan langsung menanyakan harga yang pantas bagi petani.

“Jadi mintanya berapa? tanya Bupati.

Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan saat panen bawang merah di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1/26). (Waspada.id/syahril)

“Kami minta harganya Rp25 ribu per kilogram, Pak. Kalau di bawah itu kami belum dapat untung,” papar Nasam.

Saat itu juga, Asri Ludin Tambunan memerintahkan Direktur BUMD Bhinneka Perkasa Jaya, Deny Reza yang juga hadir untuk membeli bawang tersebut.

“Direktur BUMD, tampung ini bawang merah, siapkan uangnya Rp25 juta. Nanti bawangnya dijemput langsung,” sebut Asri Ludin Tambunan yang disambut Deny Reza, “Siap”.

“Ok, deal kita ya Pak, 1 ton kita banyar Rp25 juta. Nanti pihak BUMD yang akan menjemputnya, ” sebutanya.

Dijelaskannya, selain sarana produksi, Pemkab Deliserdang juga menjamin penyerapan hasil panen bawang merah petani.

Dalam tahap awal, tambahnya, pemerintah daerah akan bertindak sebagai penghubung pemasaran sebelum Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) beroperasi penuh.

“Petani tidak perlu lagi pusing mencari agen atau tengkulak. Pemerintah daerah siap mengambil hasil panen dengan harga yang sudah disepakati,” tegasnya.

Menurutnya, panen bawang merah bukan sekadar seremonial, tetapi harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.

Usai panen bawang merah, Asri Ludin Tambunan yang hadir dengan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) langsung duduk bersama para petani bawang dan petani padi dibawah pohon mangga.

Dikesempatan itu, Asri Ludin Tambunan mempersilahkan para petani untuk menyampaikan kendala maupun usulan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Miswan, Ketua Kelompok Jaya Tani, menyamapikan bahwa kelompoknya membutuhkan bantuan rotari dan mesin tanam.

“Kami mohon kepada Bapak, kiranya dapat membantu kelompok kami yaitu rotari dan mesin tanam,” usul Miswan.

Usulan tersebut langsung direspon Asri Ludin Tambunan dimana pada bulan Maret mendatang usulan itu sudah diberikan Kepada Kepala UPT Pertania Kecamatan Beringin untuk dipinjam pakaikan kepada kelompok Jaya Tani.

“Saya pastikan, bulan Maret ini sesuai harapan petani kedua alsintan tersebut sudah kita serahkan. Nanti petani tidak perlu banyar sewa, hanya mengisi minyaknya saja,” ungkap Bupati Asri Ludin Tambunan yang disambut tepuk tangan dari para petani.

Pada suasana santai itu, Bupati Asri Ludin Tambunan menyebutkan, Pemkab Deliserdang komitmen memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian gratis, serta jaminan penyerapan hasil panen bawang merah.

Ia juga menyebutkan, di tahun 2026 seluruh unit pelaksana tehnis (UPT) Pertanian di Deliserdang akan dilengkapi berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan). Jika setiap UPT memiliki alsintan, maka dapat dipinjam kelompok tani secara gratis tanpa biaya sewa maupun perawatan, sementara petani hanya menanggung biaya bahan bakar operasional.

“Petani yang belum mendapatkan bantuan alat dari pemerintah pusat bisa langsung meminjam ke UPT. Tidak dipungut biaya apa pun,” ujarnya.

Sementara itu, Manger Sumut I PT.Pupuk Indonesia, Rizki Putra Phonna menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan untuk ketahanan pangan berupa program penguatan ketahanan pangan. Seperti memberikan layanan mobil uji tanah secara gratis, sosialisasi analisis usaha tani, serta pengusulan demplot (demonstration plot) di lahan Ketua Kelompok Tani Jaya Tani.

Demplot tersebut akan menerapkan pemupukan berimbang dengan memanfaatkan pupuk organik bersubsidi. Untuk wilayah Kecamatan Beringin alokasi pupuk yang disiapkan berupa 970 ton urea, 900 ton NPK, dan 850 ton pupuk organik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Pertanian Elinasari Nasution, Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK), Jansu Sipahutar, Kadis Cipta Karya dan Tataruang, Rachmadsyah, Kadis Koperasi dan UMKM Hj. Miska Gewasari, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Hesron Tonggo Raja Girsang, Kadis Ketahan Pangan, Rahman Saleh Dongoran, Camat Beringin M. Dhani Muliawan, serta sejumlah pejabat lainnya.(id.28/Syaril)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE