TAPSEL (Waspada.id): Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menggelar buka puasa bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perguruan tinggi, perusahaan dan instansi vertikal di Masjid Agung Syahrun Nur Sipirok, Senin (16/03/2026).
Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menyebut Pemkab Tapsel telah menuntaskan kegiatan Safari Ramadhan di seluruh atau 15 kecamatan yang ada. Ia juga sangat apresiasi segenap masyarakat, yang berkontribusi dalam penanganan bencana di Tapsel.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu masyarakat Tapsel menghadapi dampak bencana beberapa waktu lalu. Termasuk Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) dan berbagai organisasi yang telah memberikan dukungan,” ujar Gus Irawan.
Dijelaskannya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS sangat besar manfaatnya bagi masyarakat terdampak bencana. Bahkan, BAZNAS RI turut membangun 120 unit hunian tetap (huntap) lengkap dengan masjid di kawasan Aek Latong, Sipirok.
Selain hunian, BAZNAS juga didorong untuk berperan dalam program pemberdayaan ekonomi umat. Seperti pemanfaatan lahan untuk ditanami jagung serta pengembangan kolam perikanan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini seluruh korban bencana sudah tidak ada lagi yang tinggal di pos pengungsian. Mereka telah menempati hunian sementara, bahkan sebagian sudah tinggal di hunian tetap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” ungkapnya.
Bupati menekankan pentingnya zakat sebagai instrumen dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa. Ini salah satu instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan.
“Tidak boleh ada yang hidup berlebihan, sementara di sekitarnya masih ada masyarakat yang kekurangan. Di Tapsel, sejak lama telah diterapkan pemotongan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji ASN yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS,” tegas Bupati Gus Irawan.

Ia juga memaparkan bahwa dampak bencana cukup mempengaruhi perekonomian daerah. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Tapsel sempat melambat. Pada triwulan ketiga tahun 2025 pertumbuhan ekonomi masih di atas lima persen.
“Namun pada triwulan keempat, karena bencana 25 November 2025 lalu, pertumbuhan sempat turun menjadi 2,39 persen. Syukurnya secara keseluruhan masih berada di angka sekitar 4,39 persen,” jelasnya.
Selain itu, lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan di Tapanuli Selatan dilaporkan mengalami gagal panen akibat bencana tersebut. Karena itu, Bupati berharap BAZNAS dapat memperkuat program zakat produktif untuk mendorong para mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki melalui pemberdayaan ekonomi.
“Kita ingin para mustahik ke depan bisa menjadi muzakki. Inilah semangat pemberdayaan yang harus terus kita dorong,” katanya.
Masyarakat Tapsel memiliki nilai kebersamaan yang kuat melalui falsafah Dalihan Na Tolu, sehingga diyakini mampu bangkit lebih kuat dan pulih lebih cepat dari berbagai tantangan.
Wakil Ketua BAZNAS Tapsel Ustadz Asef Syafa’at Siregar menyampaikan laporan program sejak dilantik pada 22 Oktober 2025 hingga saat ini. Selama lima bulan, BAZNAS Tapsel telah menyalurkan berbagai program bantuan.
Antara lain Zakat Produktif sebesar Rp286.305.000 kepada 71 mustahik. Zakat Konsumtif sebesar Rp53.200.000 kepada 152 mustahik. Zakat Fitrah 350 karung beras masing-masing 5 kilogram di 15 kecamatan.

Kemudian bantuan untuk 30 masjid, berupa 2 roll ambal, 50 mukena, 50 kain sarung, dan 10 Al-Qur’an untuk setiap masjid. Bantuan bencana alam sebesar Rp582.675.500 ditambah dukungan pembangunan hunian senilai sekitar Rp80 juta.
BAZNAS berkomitmen menyalurkan zakat secara transparan, tepat guna, dan tepat sasaran. Juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Tapsel.
“Mohon dukungan seluruh masyarakat agar berkenan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Tapanuli Selatan,” ajaknya sembari menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mencontohkan dengan menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS (Id45)











