Bupati Madina: Hati-hati Cuaca Ekstrem, Waspadai Kotanopan

  • Bagikan
Bupati Madina: Hati-hati Cuaca Ekstrem, Waspadai Kotanopan

Akibat hujan deras, tebing di Jalan Desa Simandolam dan Muara Potan, Kec. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal, menutup badan jalan desa, baru- baru ini. Waspada/Ist

MADINA (Waspada): Bupati Mandailing Natal HM Jafar Sukhairi Nasution mengingatkan warga agar terus mewaspadai cuaca ekstrem dengan kekhawatiran bahaya banjir dan tanah longsor.

Kepada waspada.id, Senin (11/12), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Mandailing Natal Mukhsin Nasution, SSos, MM, melalui bupati mengungkapkan, saat ini wilayah Madina terdapat beberapa jenis ancaman bencana yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

“Kita ini komplit ya, ada beberapa ancaman bencana alam yang ada di Madina adalah banjir, banjir bandang, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, gempa bumi dan tsunami,”ucap Mukhsin.

Dikatakan, ancaman bencana alam di Madina, hampir merata dan bisa terjadi di semua kecamatan yang ada di Kab. Mandailing Natal.

Belakangan ini, kata Mukhsin, sejumlah kawasan selalu menjadi langganan banjir, banjir bandang bahkan longsor. “Yang paling parah itu yaitu di daerah Ulupungkut, selain longsor ada juga banjir bandang”, ucap Mukhsin.

Dampak yang dirasakan akibat banjir, kata Mukhsin, memgkaibatkan tanggul jebol di Kec. Siabu, rusaknya MCK dan terendamnya wilayah persawahan seperti yang terjadi di Desa Simangambat dan di Muara.

Mukhsin mengajaknya warga agar selalu mewaspadai 10 sungai di Madina, yakni Sungai Batang Gadis, Batang Natal,Sungai Batang Bangko, Sungai Parlampungan, Sungai Batang Batahan. “Pokoknya ada 10 sungai yg harus kita waspadai,” katanya.

Mukhsin mengungkapkan, dalam menangani bencana alam di Madina, pihaknya juga melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas PUPR, Perkim,Basarnas, kehutanan, lingkungan hidup, bahkan TNI – Polri dan sebagainya.

Bupati Madina mengimbau agar seluruh warga masyarakat tetap siaga dan berhati-hati karena cuaca saat ini sangat ekstrem dan tidak bisa diprediksi.

“Khususnya di kawasan kotanopan, bagi yang memiliki rumah yang berada di perbukitan agar selalu waspada, apalgi saat hujan deras, karena tanah yang labil sewaktu waktu bisa terjadi longsor”, ucap Mukhsin. (Irh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *