PANYABUNGAN (Waspada.id): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saifullah Nasution, SH.MM, meminta pedagang yang mendapatkan nomor undian segera menempati los Pasar Baru Panyabungan sebelum Ramadhan 2026. Namun, sebagian besar pedagang mengutarakan rencana untuk pindah setelah Idul Fitri 2026.
Keterangan ini disampaikan pedagang kepada wartawan pada Senin pagi (2/2), menyatakan bahwa pemindahan saat ini dianggap tidak tepat karena menjelang bulan puasa yang membutuhkan waktu untuk mempersiapkan los baru dan memindahkan dagangan.

“Jika pindah sekarang kurang pas momennya, karena Ramadhan 2026 sudah dekat, mempersiapkan los yang baru makan waktu beberapa hari, sekalian angkat dagangan,” ujar pedagang sayur Marga Nasution. Ia menambahkan bahwa perlu dilakukan penyempurnaan seperti pembuatan lantai tambahan berbentuk meja, serta khawatir konsumen langganan akan beralih jika pindah mendadak.
Pedagang lain, Marga Hasibuan, mengakui telah menyetor panjar untuk tiga los sebesar Rp4.500.000 (Rp1.500.000 per los) ke bank. “Kalau pindah sekarang, belum pas, langganan kita tidak akan datang. Bukan kita tidak sepakat apa yang disampaikan Bupati, tapi langganan kita harus kita sosialisasi dulu,” katanya.
Sementara itu, Br. Pulungan yang telah mendapatkan nomor undian menyampaikan kekhawatiran terkait posisi los yang berada di pojok paling ujung. “Kalau masih ada yang belum pindah, saya juga tidak mau pindah dulu,” ujarnya.

Permintaan Bupati untuk pindah sebelum Ramadhan disampaikan pada Rabu (28/01) saat acara pengundian nomor los Pasar Baru Panyabungan.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Kepala Dinas Perdagangan Madina Parlin Lubis yang dikonfirmasi via WhatsApp pada Senin pagi belum memberikan tanggapan.(id100)












