PANYABUNGAN (Waspada.id): Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto dan rombongan di Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Selasa (27/1/26).
Dalam kesempatan itu, kedua kepala daerah saling menyampaikan potensi ekonomi dan membicarakan beberapa hal yang berkaitan satu sama lain, termasuk tapal batas.

Saipullah mengatakan, sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan komoditas utama yang seperti padi, jagung, ubi, palawija, serta perkebunan rakyat seperti kopi Mandailing, kelapa dalam, dan kakao.

“Kopi Mandailing dikenal sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Namun, kondisi produksi kami belum sebanding dengan permintaan pasar. Kebutuhan ekspor bisa mencapai 100 ton per bulan, sementara realisasi produksi baru sekitar satu sampai lima ton,” jelas dia.
Bupati Madina menerangkan tapal batas kedua kabupaten bertetangga ini perlu diperhatikan secara seksama dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Tujuannya, agar pengelolaan lahan dan perkebunan lintas daerah dapat memberikan manfaat bersama bagi masyarakat kedua kabupaten.
“Pada prinsipnya, kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan, demi kemajuan Madina dan Pasaman Barat, serta berdampak positif bagi Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” tutup dia.
Senada dengan Saipullah, Bupati Pasbar Yulianto juga menekankan pentingnya penetapan tapal batas karena hal tersebut bersifat krusial bagi pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Dia juga membicarakan pentingnya kerja sama pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan yang menghubungkan langsung kedua daerah.
Satu hal penting lain yang menjadi tujuan kedatangan rombongan Pemkab Pasbar itu adalah keberadaan batu besar di Batang Laping yang menghambat aliran sungai dan kerap menyebabkan banjir sawah, termasuk rencana normalisasi sungai.
Untuk sektor transportasi, Yulianto menyinggung pentingnya peran pelabuhan sebagai penyangga antardaerah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, khususnya Pelabuhan Teluk Papang yang menopang Pelabuhan Teluk Bayur. Menurutnya, konektivitas pelabuhan sangat vital, terutama saat terjadi bencana dalam mengirimkan bantuan logistik.

Yulianto juga mengapresiasi sambutan Pemkab Madina dan berharap silaturahmi serta kerja sama antarpemerintah dan masyarakat kedua daerah dapat terus terjalin demi kepentingan bersama.(Id100)










