Cabai Merah Di Sidempuan Tembus Rp100 Ribu Per Kilo

  • Bagikan

P.SIDEMPUAN (Waspada): Harga cabai merah di tingkat pengecer Kota Padang Sidempuan mengalami lonjakan tinggi dalam sepekan terakhir. Pada Senin (13/6/2022) pagi sampai siang tercatat sudah Rp100 ribu per kilogram.

Ainun Mardia Pulungan, pedagang di Pasar Kodok Sidimpuan menceritakan bahwa dua hari kemarin, Sabtu (11/6/2022), harga cabai merah di tingkat pengecer masih Rp80 ribu per kilogram.

Senada dikatakan Rosidah Dalimunthe, pedagang di Pasar Sangkumpal Bonang. Harga cabai merah sejak sepekan kemarin terus merangkak naik dari Rp52 ribu sampai sekarang sudah Rp100 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Pemko Padang Sidempuan Ridoan Pasaribu, secara terpisah menyebut kenaikan harga cabai merah ini akibat berkurangnya pasokan barang dari luar daerah.

“Untuk menutupi kebutuhan cabai merah di pasaran Kota Padang Sidempuan, para toke mendatangkannya dari daerah sekitaran Danau Toba. Sepekan terakhir ini memang terjadi kekurangan pasokan barang,” jelasnya.

Ditanya apa langkah Dinas Perdagangan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga cabai merah seperti sepekan terakhir ini. Ridoan menyebut sedang memantau apakah ada kemungkinan permainan spekulan di lapangan.

“Terkait kurangnya pasokan barang, kita tidak bisa berbuat banyak karena cabai merah ini lebih banyak dari luar daerah. Sedangkan pasokan dari dalam kota, kita berkoordinasi dengan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pemko Padang Sidempuan melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikuktura, Bambang S, menyebut tanaman atau kebun cabai merah mengalami penurunan luas maupun hasil.

“Dari bulan Januari sampai Mei kemarin luas tanaman cabai merah di Padang Sidempuan hanya sekitar 25 hektare dengan perkiraan produksi 201 ton,” katanya.

Sementara di tahun kemarin, Januari sampai Desember 2021, luas pertanaman cabai merah di kota ini mencapai 94 hektare dengan produksi sekitar 630 ton.

Tahun ini, Pemko Padang Sidempuan menargerkan luas tanaman cabai merah 125 hektare dengan produksi 997 ton. “Kita sedang bekerja di lapangan dan Insya Allah target itu akan tercapai,” kata Bambang. (a05)

  • Bagikan