MEDAN (Waspada.id): Camat Besitang, Restra Yudha menyebut telah menangani korban banjir didaerahnya dengan baik dan membantah adanya warga pengungsi banjir yang terlantar dan diabaikan.
Hal itu disampaikan Camat Restra kepada Waspada.id di Medan, Senin (5/1/2026) malam, menanggapi keluhan warga soal penanganan yang buruk bagi korban banjir di Besitang, Kabupaten Langkat.
‘’Saat ini sudah tidak ada lagi warga korban banjir Besitang yang menetap di tenda. Memang setelah banjir terjadi 26 November 2025, warga mengungsi di Masjid Raya, gedung SMPN 1, rumah kepling, balai desa dan tenda-tenda yang dibangun dibeberapa lokasi,’’ ujarnya.
Saat ini, kata Restra, tidak ada lagi warga korban banjir yang menetap di tenda-tenda. Mereka semua telah menginap di rumah keluarganya masing-masing yang ada di Besitang maupun di luar Besitang.
Mengenai sepasang suami istri, M. Ibrahim Lubis dan Sri Indri Yani yang masih bertahan untuk tinggal di sisa bagian rumahnya yang rusak, merupakan kemauan warga itu sendiri.
‘’Karena hanya kamar mandi rumahnya yang tersisa dari hantaman banjir, kita juga telah dirikan tenda di lokasi agar Pak Ibrahim dan istri tidak lagi tidur di kamar mandi yang sempit,’’ cetus Camat Restra.
Camat Restra mengatakan tenda dibangun untuk tempat tinggal sementara warga sambil menunggu hunian tetap (huntap). ‘’Kita telah data rumah warga yang hanyut maupun rusak berat karena banjir kemarin, dan seluruh warga pengungsi tidak ada yang terlantar,’’ tegasnya.
Camat Restra menambahkan bahwa warga korban banjir di Besitang yang rumahnya rusak berat dan hanyut ada 350 unit. ‘’Saat ini sebanyak 95 warga korban banjir sudah membuka buku rekening di bank untuk menunggu dana tunggu hunian, sisanya sedang berproses,’’ demikian Camat Restra.(id96)











