SERGAI (Waspada.id): Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya tiga kasus kehilangan sepeda motor dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Sei Rampah dan hingga kini sebagian kasus tersebut masih belum terungkap.
Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat (13/3/2026) ketika sepeda motor milik warga bernama Roslena dibawa kabur oleh empat orang pelaku. Dalam kejadian itu, para pelaku berhasil menggondol satu unit Honda Scoopy BK 5299 MBG milik korban.
Sebelumnya, aksi serupa juga menimpa Dodi. Sepeda motor Honda Beat miliknya dicuri pada Kamis (26/2/2026) di depan Alfamart Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah. Dari informasi yang dihimpun, pelaku dalam kedua kasus tersebut diduga merupakan orang yang sama.
Tidak hanya itu, kasus kehilangan sepeda motor juga dilaporkan terjadi di Masjid Al-Abror Firdaus. Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih menjadi perhatian warga karena pelakunya belum berhasil diungkap.
Maraknya kasus curanmor ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama karena beberapa kejadian terjadi di tempat umum yang ramai aktivitas warga. Warga berharap aparat penegak hukum segera mengungkap para pelaku agar situasi keamanan kembali kondusif
Menanggapi tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Ashari Tambunan, meminta pihak kepolisian bertindak serius dan fokus mengungkap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terutama selama bulan suci Ramadhan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ashari Tambunan kepada Waspada.id, di Kantor Camat Sei Rampah, Senin (16/3/2026). Ia mengaku prihatin karena aksi kriminalitas justru meningkat di saat umat Islam sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
“Saya sangat prihatin dengan maraknya pencurian kendaraan bermotor di Sergai, apalagi ini terjadi di bulan suci Ramadhan. Saya meminta pihak kepolisian untuk sungguh-sungguh mengungkap tindakan kriminal tersebut,” ujar Ashari Tambunan.
Menurutnya, peristiwa tersebut menimbulkan rasa sedih karena tidak sedikit masyarakat yang kehilangan kendaraan saat sedang menjalankan ibadah di masjid. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
“Tidak terbayangkan kriminalitas justru terjadi di bulan suci Ramadhan, apalagi sasarannya masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah salat di masjid dan harus kehilangan harta mereka,” ungkapnya.
Ashari juga berharap para pelaku pencurian dapat menyadari kesalahannya dan menghentikan perbuatan yang merugikan masyarakat. (bs)











