SAMOSIR (Waspada.id): Kedua kalinya, air Danau Toba kembali keruh di sekitar lokasi Tanjungbunga-Waterfront City, menyebabkan ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga mati massal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Edison Pasaribu mengatakan, air Danau Toba keruh sejak Kamis (27/11).
Menurutnya hal itu terjadi karena banyaknya endapan dalam air yang naik ke permukaan akibat adanya arus di dasar danau.
“Kenapa banyak endapan, bisa jadi karena erosi dari daratan dan sisa-sisa pakan ternak ikan,” kata Edison Pasaribu melalui percakapan WhatsApp, Minggu (30/11).
Dinas Lingkungan Hidup telah mengangkut ikan mati sekitar 8 truk, dengan perkiraan 1 truk berisi 3 ton ikan, sehingga totalnya sekitar 24 ton.
“Dinas Pertanian lebih tahu jumlah pasti, tapi kami sudah mengangkut sekitar 8 truk,” ungkapnya.
Pengecekan kualitas air menunjukkan bahwa Dissolved Oksigen (DO) sangat rendah, sehingga membahayakan ikan. “DO sangat rendah, sehingga ikan tidak bisa bertahan,” tambah Edison.(id53)












