BATUBARA (Waspada.id): Puak Melayu di Kabupaten Batubara, untuk selalu menjaga hubungan persaudaraan dan persatuan sesama agar tidak terjadi perpecahan. Sebab persatuan merupakan kunci utama dalam menjaga marwah dan keharmonisan adat serta budaya Melayu.
Hal itu dikemukakan Yang Dipertuan, Masyarakat Melayu Kedatukan Negeri Batubara, (M2KNBB), Dato’ Mohd Zaki Bin Ahmad (foto) kepada wartawan, Jumat (9/1).
Menurutnya persatuan dan kesatuan terjaga, akan mengalami kedamaian, stabilitas nasional, kemajuan ekonomi, serta kehidupan sosial yang harmonis karena perbedaan dapat diatasi dengan toleransi, gotong royong, dan rasa nasionalisme yang kuat, sehingga pembangunan lebih lancar dan semakin kokoh menghadapi tantangan.
Hal ini katanya akan berdampak menciptakan kehidupan yang aman, tentram, dan damai karena konflik sosial berkurang, masyarakat tidak mudah dipecah belah.
Pembangunan dapat berjalan lebih lancar dan cepat karena adanya kerja sama serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Jati diri bangsa semakin kuat membuat masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan nilai luhur.
Penyatuan ini dapat dilakukan dengan mengedepankan musyawarah dan perdamaian sebagai jalan keluar atas persoalan yang terjadi. “Bukan niat untuk mencari atau memperbesar persoalan yang ada saat ini, namun sebagai masyarakat beradat Melayu, saya terpanggil untuk mengajak seluruh saudara bersatu dan tidak terpecah belah,” ujar Dato’ Mohd Zaki.
Pemangku adat, tokoh masyarakat, serta seluruh perkumpulan adat Melayu yang ada disarankan dapat duduk bersama, berdialog secara terbuka, mencari solusi terbaik demi menjaga keutuhan keluarga besar Melayu di Kabupaten Batubara.
Dato’ Mohd Zaki menegaskan pentingnya menjadikan adat istiadat Melayu sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun, menurutnya, harus terus dijaga dan dijadikan teladan guna memperkuat persatuan dan kesatuan.(id39)











