BINJAI (Waspada.id): Polresta Binjai semula mengamankan lima mahasiswa dalam unjuk rasa yang berujung ricuh di depan Kantor DPRD Kota Binjai, Senin (1/9). Namun kelimanya dilepas buntut aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi yang menyebabkan beberapa orang luka-luka.
Aksi yang digelar oleh elemen mahasiswa dan ojek online (ojol) ini awalnya berlangsung kondusif. Namun, situasi memanas saat sore hari karena Ketua DPRD Kota Binjai, Hj. Kristina Gus Suhartini, tidak bersedia menemui para demonstran.

Mahasiswa merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Ketua DPRD Kota Binjai Ibu Hj. Kristina Gus Suhartini karena awalnya sempat menemui pendemo pada siang harinya, namun saat sore dia enggan menemui mahasiswa lagi. “Ketua DPRD Kota Binjai Ibu Hj. Kristina Gus Suhartini pulang karena sakit,” ungkap seorang pegawai DPRD Kota Binjai kepada Waspada.id.
Kekecewaan ini memicu amuk dan aksi saling dorong antara mahasiswa yang berusaha masuk ke gedung DPRD. Mahasiswa menyayangkan sikap Ketua DPRD yang tidak melayani aspirasi mereka, serta tidak bersedia menemui mereka secara langsung.
Saat situasi mulai mereda usai kesepakatan membebaskan mahasiswa yang sempat diamankan, sejumlah anggota dewan menemui mahsiswa dan akhirnya demo berakhir.(id25)












