Meningkat Dari Tahun 2021, Deviden PT AR Tahun 2022 USD177,7 Juta

PT.AR Jawab Tuntutan Warga

  • Bagikan

P. SIDIMPUAN (Waspada) : Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resource Katarina Siburian Handono mengatakan deviden yang dibagikan kepada pemegang saham pada Tahun 2022 sebesar USD 177,7 juta, sedangkan pada tahun 2021 hanya USD85,4 juta.

“Pada tahun 2022, PTAR membagikan dividen berdasarkan rencana modal dan pertumbuhan usaha ke depan.Total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham di tahun 2022 adalah USD177,7 juta, meningkat dari tahun 2021 yang sebesar USD85,4 juta,” kata Senior Manager Corporate Communications PT AR Katarina Siburian Handono menjawab pertanyaan Waspada.

Katarina Siburian yang memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/10) menegaskan bahwa PT Agincourt Resources melakukan pembayaran dividen atas laba bersih kepada para pemegang saham dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan.

USD177,7 juta dividen yang dibagikan PT. AR kepada pemegang saham pada tahun 2022 tersebut jika dirupiahkan dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah Rp15.500, maka deviden tersebut Rp2, 7 triliun.

Sebagaimana diungkapkan warga Batang Toru Ray Hidayat sebelumnya, bahwa pembagian deviden PT AR kepada masyarakat lingkar tambang sesuai kesepakatan sebesar 40 persen (dari 5℅ penyertaan saham di PT. AR) dan 60 persen diberikan kepada BUMD Tapsel (PT.TSM) dan BUMD Provinsi Sumatra Utara (PT.PSU).

Katarina mengungkapkan bahwa pemanfaatan dividen yang telah dibayarkan kepada masing-masing pemegang saham bukan tanggungjawab PT. AR.

Pembagian deviden tersebut, ucapnya sudah dipublikasikan dalam laporan tahunan perusahaan.’ “Informasi dan data mengenai pembagian dividen ini setiap tahun selalu kami publikasikan dalam Laporan Tahunan Perusahaan dan dapat diakses oleh publik melalui website kami wwww.agincourtresources.com,” ungkapnya.

Mengingat tuntutan warga Batang Toru bukan hanya terkait pengelolaan dan pengalokasian deviden PT.AR, Katarina Siburian Handono pada Jumat (20/10) melalui pesan whatsapp menjelaskan pembentukan lembaga pengawas dividen di luar wewenang mereka.

Sedang mengenai tuntutan warga agar Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe (LKMM) dihidupkan, Katarina mengatakan pihaknya mendukung program dan inisiatif yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan tentunya selaras dengan visi misi perusahaan.

“Terkait usulan ini, lembaga kemasyarakatan selayaknya diusulkan, dibentuk dan dijalankan oleh dan untuk masyarakat, Yang penting diingat, pembentukan lembaga/organisasi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan anggota yang ditunjuk harus benar-benar berkomitmen mengemban tanggung jawab dan mampu menjadi saluran aspirasi masyarakat,” katanya.

Sedangkan mengenai peluang warga bekerja di Tambang Emas Martabe Batang Toru teruma bagi warga Batang Toru, ia menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat lokal untuk bekerja di Tambang Emas Martabe.

“Pada tahun 2022, PTAR mempekerjakan 3.386 karyawan yang terdiri dari 956 karyawan Perusahaan dan 2.430 karyawan mitra kerja. Dari keseluruhan karyawan, sebesar 75,72% karyawan berasal dari masyarakat setempat,” ucapnya.

Menjawab tuntutan warga untuk mengembalikan kearifan lokal masyarakat Tapsel di bidang agama dan budaya, Katarina menegaskan bahwa pengembangan bidang sosial budaya dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal merupakan salah satu komitmen mereka yang diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Tentu kami juga terbuka dengan masukan dari masyarakat untuk mengoptimalkan program-program tersebut, dan pasti diperlukan kerjasama dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Katarina. (a39)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *