SERGAI (Waspada.id): Sungai yang melintasi Dusun I dan Dusun II, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), diduga tercemar limbah pabrik pengolahan ubi atau tapioka, Senin (19/1/2026).
Dampaknya, ikan-ikan ditemukan mati dan sebagian lainnya mabuk serta mengapung di permukaan air, disertai bau tak sedap yang menyengat permukiman warga.
Warga menilai pencemaran kali ini lebih parah dibanding kejadian serupa beberapa tahun lalu. “Yang mati kebanyakan ikan pahitan, ikan lain sudah tidak ada,” kata Jumiran, warga Dusun II kepada wartawan.

Ia menduga limbah berasal dari aliran sungai pembuangan pabrik ubi yang berada di kawasan hulu.
Di sisi lain, Kepala Desa Liberia, Syaifuddin, membenarkan adanya laporan pencemaran tersebut. Ia menyatakan pemerintah desa langsung bergerak setelah menerima informasi dari kepala dusun. “Begitu dapat laporan, langsung saya perintahkan untuk mendampingi petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Kepolisian yang turun ke lokasi,” ujar Syaifuddin dikonfirmasi Waspada.id, Selasa (20/1/2026) pagi.
Menurut Syaifuddin, hingga saat ini sumber limbah belum dapat dipastikan. “Gak tau juga dari mana, dugaan kita ya dari sungai yang di samping Alfamart itu ke atas,” katanya. Namun dampak pencemaran sudah nyata dirasakan warga. “Baunya mulai tercium, dan yang paling jelas ikan di sungai pada mati semua,” tegasnya.

Syaifuddin menyebut kejadian serupa pernah terjadi sekitar empat tahun lalu dan kini terulang kembali. Ia berharap kejadian tersebut tidak terus berulang. “Harapannya supaya pihak pabrik tidak mengulangi lagi membuang limbah, karena ini pencemaran air dan ikan pada mabuk,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, memastikan pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan bersama kepolisian. “Kalau sudah ketahuan limbah itu dari kegiatan usaha apa, kita akan melakukan tindakan kepada perusahaan yang membuang limbah tersebut,” kata Reza kepada Waspada.id.
Terkait dugaan awal, Reza menyebut informasi sementara mengarah pada aktivitas pengolahan ubi kayu. “Infonya ada usaha ubi kayu di daerah hulu,” pungkasnya. (bs)










