Sumut

Diduga Modifikasi Tangki, Puluhan Mobil Antre BBM Subsidi di SPBU Panggautan Kec. Natal

Diduga Modifikasi Tangki, Puluhan Mobil Antre BBM Subsidi di SPBU Panggautan Kec. Natal
Kecil Besar
14px

NATAL (Waspada.id): Puluhan kendaraan tampak berjejer panjang mengantre BBM jenis solar subsidi di SPBU Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Jumat (16/1) malam.

Setiap malam, kendaraan-kendaraan tersebut mengantre untuk mendapatkan BBM, bahkan kendaraan ini diduga telah dimodifikasi agar mampu menampung bahan bakar dalam jumlah lebih besar dari standar.

Antrean panjang ini didominasi mobil jenis minibus, truk, hingga mobil pribadi yang diduga sengaja mengantre untuk mendapatkan solar subsidi yang selanjutnya akan dibawa ke lokasi pertambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, praktik pengompengan BBM subsidi di SPBU Panggautan telah berlangsung setiap hari.

Mobil-mobil pengangkut BBM secara bergantian mengantre sejak siang hingga malam untuk mendapatkan pasokan solar dan pertalite subsidi.

Ironisnya, setelah mendapatkan BBM, sejumlah kendaraan ini kembali masuk ke antrean, akibatnya masyarakat banyak yang tidak kebagian akibat
stok BBM subsidi di SPBU itu cepat habis.

Kondisi tersebut membuat warga di Kecamatan Natal merasa dirugikan dan kecewa terhadap praktek tersebut.

Selain kesulitan memperoleh BBM subsidi, antrean panjang kendaraan pengompeng juga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas, karena memakan bahu jalan di sekitar SPBU yang memiliki ruas jalan sempit.

BBM subsidi yang dikumpulkan itu diduga kuat disalurkan ke lokasi tambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Natal, Ranto Baek, dan daerah sekitarnya.

Masyarakat pun mendesak Kapolres Madina yang baru agar segera turun tangan menindaklanjuti keluhan warga.

Pasalnya, persoalan ini disebut telah berlangsung cukup lama, namun belum terlihat tindakan tegas dari aparat setempat, khususnya Polsek Natal, yang dinilai seolah tutup mata terhadap praktik tersebut.

“Malam ini saja di SPBU Panggautan ada lebih dari 25 unit mobil pengompeng yang antre BBM subsidi, baik pertalite maupun solar. Mereka mulai antre sejak jam satu siang, setelah dapat BBM masuk antrean lagi. Ini terjadi setiap hari dan sangat meresahkan. Jalan di sini sempit, antrean panjang sampai memakan bahu jalan dan mengganggu pengguna jalan,” ungkap seorang warga, Jumat (16/1).

Warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, agar distribusi BBM tepat sasaran dan hak masyarakat tidak terus dirampas.

Kapolres Madina, AKBP Bagus Priandy S.IK., M.Si yang dikonfirmasi via WhatsAppnya, Sabtu (17/01) malam mengucapkan terima kasih atas informasinya. “Terima kasih informasinya, saya akan cek,” ujar Kapolres Madina.(Id100)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE