PANTAI LABU (Waspada.id): Pegiat budaya muda, Ali Imron, S.Pd akan menggelar Kongsi Festival 2026 di Pasar Budaya Selayar Denai, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, pada Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini didukung Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori pendayagunaan ruang publik.
Ali Imron menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Desa Denai Lama, Kamis (26/3/26).
Ia menjelaskan, festival ini dirancang sebagai ruang temu lintas budaya yang terbuka dan inklusif bagi masyarakat.
Festival tersebut akan menampilkan beragam kegiatan, di antaranya ritual tradisi, lokakarya aksara Jawa, Melayu, dan Aksara Mandarin (Hanzi), arak-arakan budaya, pertunjukan barongsai dan naga liong, reog, serta sajian kuliner tradisional.
Menurut Ali Imron, seluruh rangkaian kegiatan difokuskan untuk menghidupkan kembali fungsi ruang publik sebagai pusat interaksi sosial, edukasi budaya, dan kolaborasi antar komunitas.

Ali Imron yang juga pendiri Sanggar Selayar Denai dikenal aktif mendorong pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat sejak 2021. Sosok yang akrab disapa “Daya Desa” itu dinilai konsisten menghidupkan ruang publik melalui berbagai kegiatan seni dan tradisi lokal.
Komitmen tersebut sebelumnya membuahkan hasil ketika Desa Denai Lama meraih apresiasi sebagai Desa Budaya tingkat Nasional pada 2023. Capaian itu menjadi bukti bahwa gerakan budaya dari desa mampu berkembang dan mendapat pengakuan luas.
Melanjutkan capaian tersebut, Ali Imron kembali memperoleh dukungan Dana Indonesiana pada 2025 yang kemudian diwujudkan melalui penyelenggaraan Kongsi Festival 2026.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menghadirkan ruang kebersamaan yang mencerminkan semangat “kongsi” atau berbagi dalam keberagaman, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.(id.28/Idris Lubis)













