TOBA (Waspada) : Guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas pelaku wisata di bidang outbond, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba menggelar pelatihan pemandu wisata buatan outbond yang diikuti 40 peserta se Kabupaten Toba.
Pelatihan yang digelar selama 3 hari ini dipusatkan di Serenauli Hotel, Kecamatan Laguboti,Kab.Toba, Rabu-Jumat (12-14/10).
Kabid Ekonomi Kreatif dan Kelembagaan sekaligus sekaligus Ketua Panitia, Christina Dora T. Sibarani, S. Sos dalam sambutannya menyampaikan, adapun tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh peserta, terkait bagaimana melakukan perencanaan dan pemanduan wisata outbond, pemahaman resiko dalam kegiatan outbond khususnya kesiapan pemandu dalam penyelenggaraan F1H20 yang akan digelar pada akhir Februari tahun 2023 nanti, serta peningkatan kompetensi peserta di bidang kepemanduan outbond.
“Hari ini kita hadirkan pemateri yang luar biasa dari Asosiasi Experiental Learning Indonesia (AELI), Jhony Syahputra Bukit, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPai) Sumut, Kus Endro dan Dusun Kreatif. Selain materi di dalam ruangan, pada hari ketiga juga akan dilakukan praktek lapangan yang berlokasi di Obyek Wisata Tara Bunga Kecamatan Tampahan. Adapun, tenaga pengajar terdiri dari perwakilan AELI DPD HPI Sumut dan Dusun Kreatif,” ujar Dora.
Plt. Kadisbudpar Kabupaten Toba, Rusti Hutapea sebelum membuka secara resmi pelatihan ini, meminta seluruh peserta serius mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
“Harapannya diikuti dari awal sampai akhir agar bermanfaat bagi kita. Out put dari kegiatan ini termasuk dalam rangka menyambut penyelenggaraan F1H2O dimana Kabupaten Toba menjadi tuan rumah. Kalau dihitung pelaksanaannya tinggal hitungan hari dan sudah di depan mata, maka kita jangan jadi penonton saja, tapi harus berperan aktif ambil bagian dalam perhelatan ini,”tegas Rusti.
Rusti juga berharap, komunitas pemandu wisata buatan outbond bisa terbentuk dan berkembang di Kabupaten Toba dan akan lahir pemandu outbond yang kompeten di masing-masing desa Wisata.
“Perhelatan F1H2O merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan Kabupaten Toba kepada dunia. Ribuan orang akan datang ke Toba, tentu akan butuh hospitality terutama penginapan selain hotel juga akan hidup semua. Maka kepada seluruh pemilik homestay juga harus bersiap, berikan pelayanan terbaik terutama keramahan dan kebersihan. Jika ini bisa kita lakukan, maka tamu kita terutama yang dari luar negeri akan turut mempromosikan Danau Toba lebih lagi,”
Pembukaan pelatihan juga ditandai dengan pengalungan name tag kepada perwakilan peserta. (rg)












