P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan, Minggu (25/1/2025), menjadi momentum refleksi perjalanan panjang kampus yang berdiri sejak 1968. Sebanyak 500 lulusan S1 dan S2 dikukuhkan sebagai bagian dari estafet mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dr. Muhammad Syukri Pulungan, M.Psi dalam orasi ilmiahnya pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana LIV dan Pascasarjana XXVII yang dihadiri unsur Forkopimda Tapsel dan Padangsidimpuan mengingatkan bahwa pendidikan tinggi adalah proses pembentukan manusia seutuhnya
Ia menempatkan asrama sebagai ruang strategis pembentukan karakter dan kompetensi sosial. “Asrama adalah miniatur masyarakat. Di sanalah mahasiswa belajar empati, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Sistem berasrama bagi mahasiswa, ucapnya, menjadi salah satu solusi institusional yang bertujuan untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa. Melalui pengalaman dalam komunitas belajar yang terintegrasi (living-learning community), mahasiswa yang tinggal di asrama terpusat pada disiplin akademik dan interaksi kolaboratif yang berdampak pada proses dan hasil pembelajaran yang lebih baik.

Syukri menekankan bahwa dukungan sosial dan religiusitas menjadi fondasi penting kesehatan mental mahasiswa. “Mahasiswa yang memiliki dukungan sosial dan nilai spiritual yang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan hidup,” ungkapnya.
Mengaitkan dengan agenda nasional untuk mencapai Indonesia maju, ia menegaskan bahwa sistem asrama mendukung pembentukan generasi emas Indonesia yang telah dicanangkan pemerintah.
“Generasi emas tidak lahir dari kecerdasan intelektual saja, tetapi dari karakter, mental yang sehat, dan kepedulian sosial,” jelas Dr. Muhammad Syukri Pulungan
Di tengah orasinya, ia menggambarkan bahwa banyak PT yang sedang memikirkan hingga ada yang sedang merancang untuk membuat asrama bagi mahasiswa. Sedangkan UIN Syahada Padangsidimpuan sudah jauh sebelumnya telah membuat asrama Ma’had Al-Jamiyah bagi mahasiswa.
Ma’had Al-Jamiyah UIN Syahada Padangsidimpuan sebagai salah satu program wajib bagi mahasiswa dimulai pada tahun 2013, pasca-STAIN Padangsidimpuan beralih status jadi IAIN Padangsidimpuan. Kemudian Pada tahun 2022 naik status lagi jadi UIN Syahada Padangsidimpuan dan Ma’had Al-Jamiyah tetap jadi program unggulan.
Menutup orasinya, Syukri menyampaikan harapan agar kepemimpinan kampus terus melanjutkan tradisi baik sejak 1968. “Visi besar hanya bisa dijalankan oleh pemimpin yang memiliki pengalaman akademis dan pengelolaan perguruan tinggi, rekam jejak, dan keberanian untuk berpihak pada pembinaan manusia,” tegasnya.(id46)










