LANGKAT (Waspada.id): Dua guru besar Universitas Medan Area (UMA) melakukan review Implementasi Model Pembelajaran Aktif Bagi Siswa Korban Bencana Banjir dan Longsor di SDN 057239 Dusun Sukaramai, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Rabu (7/1).
Program Tanggap Darurat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa UMA, Senin (22/12), sampai berakhir, Jumat (26/12).
Kedua guru besar UMA yang turun melakukan review atau monitoring dan evaluasi (monev) terhdap program Kemdiktisaintek yang telah dilaksanakan tim dosen UMA ini, yakni Prof Dr. Zulkarnain Lubis dan Prof Dr. Retna Astuti Kuswardani.
Prof Dr. Zulkarnain Lubis dan Prof Dr. Retna Astuti Kuswardani pada kesempatan tersebut menanyakan kepada Ketua Tim Dosen Dr. Dedi Sahputra, S.Sos, MA tentang program yang telah dilaksanakan, terutama terkait modul pembelajaran aktif dan interaksi kepada guru.
“Kami turun tujuannya untuk me-review agar hasil dari program ini akuntabel,” ujar Prof Dr. Zulkarnain Lubis di hadapan Dr. Dedi Sahputra, S.Sos, MA dan juga Kepala Sekolah SD Negeri 057239, Sariah Br Bangun.

Guru besar itu dengan bersahaja mendatangi para murid yang belajar di bawah tenda karena gedung sekolah mereka ambruk diterjang banjir. Ia berdialog santai dengan sejumlah siswa dan menanyakan apakah nyaman belajar di bawah tenda.
Sementara, Prof Dr. Retna Astuti Kuswardani, meminta beberapa penjelasan secara detail dan spesifik terkait program Implementasi Pembelajaran Interaktif Aktif, termasuk menanyakan apakah ada interaksi dengan guru dan juga melibatkan partisipasi warga.
Dr. Dedi Sahputra pada saat itu menjelaskan, pihaknya dari awal melibatkan partisipasi aktif para guru dan juga melibatkan masyarakat lokal, terutama saat pemasangan tenda dan menjaga aset yang telah dihibahkan ke pihak sekolah.
Ia juga memaparkan, Kemdiktisaintek melalui tim dosen UMA telah menghibahkan fasilitas seperi buku, alat tulis, tas, seragam sekolah, meja belajar, whiteboard, sumur bor, 2 Kelas Tenda Bencana (Kedana), dan dihari terkahir menggelar pengobatan gratis buat warga.
Tidak hanya bantuan fasilitas belajar, dalam program ini juga disalurkan bantuan sosial berupa bahan makan pokok (sembako) kepada warga Dusun Sekaramai dan pada hari berikutnya menyusul bantuan beras buat warga terdampak bencana di dua dusun.
Kasek SD Negeri 057239, Sariah Br Bangun, di hadapan kedua guru besar menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua Tim Dosen UMA, Dr. Dedi Sahputra dan para mahasiswa yang telah membantu membangkitkan moral dan motivasi bagi anak-anak pascabencana.
Ungkapan serupa juga diutarakan Kepala Desa Sekoci, Gunawan. “Perhatian dan kontribusi yang telah diberikan selama beberapa hari di desa kami sungguh luar biasa dan sangat mengesankan. “Saya berterima kasih atas pengabdian UMA buat masyarakat,” ujarnya.(id24)











