SERGAI (Waspada.id). Warga Dusun III Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, berjibaku mengevakuasi barang-barang elektronik dan sepeda motor menggunakan rakit rakitan dari kaleng drum berbentuk empat persegi serta batang pisang, setelah banjir merendam ratusan rumah akibat jebolnya tanggul Sungai Belutu dan Sungai Saur di Desa Sei Paret, Sabtu (29/11/2025) siang. Sebanyak 400 KK dilaporkan mengungsi.
Air mulai naik pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kedalaman banjir di Kampung Mandailing mencapai 1 meter di atas badan jalan, sementara di halaman rumah warga air bahkan setinggi 150 cm.
“Intinya kalau sekarang rumah warga kan udah masing-masing di depan pasar satu meter lah. Jadi kalau dia di belakang rumah warga mungkin 1 meter setengah,” ungkap Husain, 53, warga Dusun III Kampung Mandailing.
Husain bersama keluarganya sudah mengungsi ke rumah kerabat di Sei Rejo. Ia menyebut banyak warga lainnya juga memilih mengungsi ke rumah keluarga maupun tenda yang disediakan pemerintah.
“Habis sudah. Mana yang bisa diselamatkan, selamatkan perkakas, rumah,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya tambahan perahu karet. “Sampan atau perahu karet itulah ditambah. Memang di sini sampannya terlalu minim. Artinya sudah ada tapi perlu tambahan,” katanya.
Meski begitu, Husain mengapresiasi pemerintah desa serta aparat TNI dan Polri yang sigap membantu evakuasi. “Untuk saat ini insya Allah masyarakat bantu-membantulah, bahkan aparatnya pun saya akui memang bantu-membantu,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dusun III Johansyah Saputra menyebut 400 KK warganya terdampak banjir. “Lebih kurang 400 KK saat ini yang terdampak banjir. Namun itu data sementara,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, BUMDes Sadariah Bartong mengirimkan delapan perahu karet arung jeram untuk membantu evakuasi di sejumlah titik.
“Saya mewakili Kepala Desa Bartong untuk segera mengirimkan perahu karet. Ada delapan perahu karet yang kita siapkan untuk Desa Sei Rampah,” ujar pengelola arung jeram, Boby Sanjaya. (id31/BS)












