Dugaan Tangkap Lepas Pencuri Sawit, Polres Asahan Bungkam

  • Bagikan
Dugaan Tangkap Lepas Pencuri Sawit, Polres Asahan Bungkam
Nurasiah. Waspada/Ist

ASAHAN (Waspada): Dugaan tangkap lepas dua pelaku pencurian sawit di Desa Perkebunan Padang Pulau Kec Bandar Pulau Kabupaten Asahan semakin mencuat, Senin (25/3).

Dua pelaku, Ke dan Jun warga sekitar TKP perkebunan milik perusahaan swasta di lokasi masih bebas berkeliaran tak tersentuh hukum. Bahkan dari informasi yang diperoleh, Jun kini tidak lagi berada di kampung, sudah melarikan diri.

Nurasiah, 54, warga Dusun 2 Desa Perkebunan Padang Pulau Kec Bandar Pulau Kab Asahan meminta Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi bertindak adil dengan menangkap dan memproses hukum Ke dan Jun. Nurasiah mengaku diperlakukan tidak adil oleh oknum Kanit Reskrim Polsek Bandar Pulau, Iptu Azwar F Batubara dengan melepaskan Ke dan Jun.

Nurasiah menceritakan, ketidakadilan ini berawal saat petugas Polsek Bandar Pulau menangkap Ke bersama anaknya-anaknya, KRS alias Ojak. Dua orang ini dituduh mencuri dua janjang sawit milik salah satu perusahaan perkebunan awal Desember 2023.

Mereka kemudian dibawa ke Polsek Bandar Pulau dan dilakukan penahanan serta pemeriksaan intensif. Belakangan kata Nurasiah, oknum petugas Polsek Bandar Pulau melepaskan Ke, sedangkan anaknya Ojak tetap ditahan dan dilakukan penyelidikan hingga akhirnya ditetapkan jadi tersangka.

Padahal, mereka melakukan pencurian secara bersama-sama, namun hanya anaknya Ojak yang dilanjutkan proses hukumnya. Anaknya lalu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kisaran berikut berkasnya untuk disidangkan dan hingga saat ini belum diputuskan bersalah atau tidak.

Nurasiah heran, anaknya saja yang dilanjutkan perkaranya, sementara Ke dibebaskan, padahal mereka memiliki peran masing-masing. Lalu pada 1 Februari 2024, Ke tertangkap lagi bersama temannya, J juga dalam kasus mencuri sawit perusahaan yang sama.

Anehnya, Ke dan Jun dibebaskan kembali oleh petugas Polsek Bandar Pulau dan sampai saat ini masih bebas berkeliaran.

“Katanya setiap warga negara diperlakukan sama di mata hukum, tapi kenyataannya di depan mata kami sendiri, hukum itu dipermainkan, apa karena kami orang miskin, sehingga seenaknya saja, di mana keadilan itu,” ucap Nurasiah.

Dalam kesempatan itu Nurasiah meminta agar Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi mengevaluasi kinerja dan profesionalisme jajaran di Polsek Bandar Pulau. Bilaperlu tegas Nurasiah, Kapolres harus mencopot dan proses oknum yang tidak profesional bekerja.

Terpisah, Kanit Reskrim Bandar Pulau, Iptu Azwar F Batubara dikonfirmasi, Jumat (15/3) tidak menjawab. Bahkan sebelumnya sempat beberapa kali dikonfirmasi melalui WA, masih terlihat centang dua, belakangan centang satu saja, diduga sudah memblokir WA Waspada.

Waspada juga sempat mengkonfirmasi Kasie Humas Polres Asahan, Iptu Doli, pada Kamis (14/3) melalui WA tapi menjawab. Waspada kembali mengkonfirmasi Doli pada Jumat (15/3) lalu dijawab akan dicek terlebih dahulu.

Dugaan Tangkap Lepas Pencuri Sawit, Polres Asahan Bungkam
Ruangan Sie Humas Polres Asahan sepi meski waktu menunjukkan jam kerja pukul 09.30.

Namun sayang, hingga Minggu (17/3) Doli tidak kunjung memberikan jawaban. Waspada lalu mengkonfirmasi kembali kemudian dijawab agar datang konfirmasi ke kantor, tidak melalui WA.

Pada Senin (18/3), Waspada mencoba membuat janji bertemu di kantor dengan Doli melalui WA, namun tak kunjung dibalas. Tak kunjung dibalas, Jumat (22/3) pukul 08.00, Waspada datang ke Mapolres Asahan untuk mengkonfirmasi langsung kasus tersebut.

Waspada kemudian menelepon Kasie Humas, Doli, yang kemudian menjawab dirinya masih sarapan, dan akan menelepon seusai makan.

Waspada lalu menunggu di depan ruangan Kasie Humas. Satu jam berlangsung, tidak ada panggilan telepon dari Kasie Humas. Waspada kemudian berinisiatif menelepon, namun lebih dari lima kali panggilan, tak kunjung diangkat oleh Kasie Humas. (a21/a22)

  • Bagikan