PendidikanSumut

Dukung Pemulihan Pasca Bencana, Mahasiswa Polbangtan Kementan MBKM Magang Penyuluhan Di Tapteng

Dukung Pemulihan Pasca Bencana, Mahasiswa Polbangtan Kementan MBKM Magang Penyuluhan Di Tapteng
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dari Kementerian Pertanian tengah menjalani program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) fase II di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kecil Besar
14px

TAPANULI TENGAH (Waspada.id): Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dari Kementerian Pertanian tengah menjalani program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) fase II di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan ini difokuskan pada penyuluhan pertanian guna mendukung upaya pemulihan wilayah pasca-banjir bandang dan longsor yang melanda daerah tersebut akhir tahun lalu.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungannya terhadap program ini.

“MBKM menjadi wadah yang sangat berharga untuk menghubungkan ilmu akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Khususnya dalam konteks pemulihan bencana, kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kita harus terus mendorong kolaborasi seperti ini untuk memperkuat sektor pertanian kita,” kata Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga menyoroti pentingnya program ini.

“Penyuluhan pertanian adalah ujung tombak pembangunan sektor pertanian di daerah. Melalui magang MBKM, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kapasitas diri tetapi juga membantu memperkuat sistem penyuluhan daerah. Ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi pada ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan,” kata Arsanti.

Pengantaran mahasiswa MBKM ini dilakukan oleh dosen Polbangtan Medan yaitu, Firman R L Silalahi, Retmono Agung, Hadi Wijoyo.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program MBKM.

“Kami sangat bangga dengan mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini. Kami berharap tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang kompeten secara praktis tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya pemulihan pasca bencana. Ini adalah wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional,” kata Nurliana.

Retmono menjelaskan, melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik lapangan serta berkontribusi dalam penguatan sistem penyuluhan pertanian daerah.

“Untuk pemulihan bencana ini, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan kepada petani setempat,” ujarnya.

Pemulihan ini termasuk pembagian bibit tanaman unggul dan pelatihan teknik budidaya tahan bencana. Program ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat agrarian yang terdampak kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian.

Selain itu, sambung Retmono, mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk mendistribusikan bantuan logistik pertanian ke posko-posko pengungsian di Kecamatan sorkam dan Kecamatan Tukka.

Dukungan Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementan menyatakan bahwa magang ini bagian dari komitmen membangun SDM pertanian millennial yang adaptif.

Mahasiswa Polbangtan Medan telah menyerahkan bantuan berupa sembako dan peralatan tani sederhana kepada korban di halaman kantor dinas terkait, sesuai arahan Menteri Pertanian untuk kontribusi sukarela.

Kegiatan serupa sebelumnya dilakukan di wilayah tetangga, menunjukkan sinergi institusi pendidikan pertanian dalam penanganan bencana.(id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE