PANYABUNGAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PDI Perjuangan, Ustadz Syahrul Efendi Siregar, mengutarakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut (Gubsu) dinilai kurang responsif menangani kerusakan infrastruktur jalan Jembatan Merah hingga Simpang Gambir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (26/2) saat dihubungi melalui WhatsApp dari Panyabungan. “Kita minta Gubsu dan Kadis PUPR Sumut, secepatnya turun melihat jalan ke daerah Pantai Barat,” ujar anggota DPRD Sumut yang menjabat dua periode tersebut.

Syahrul menyampaikan bahwa kerusakan jalan yang sering terjadi telah menelan banyak korban dan menghambat distribusi hasil komoditas utama daerah, seperti Crude Palm Oil (CPO) sawit yang mencapai ratusan bahkan ribuan ton setiap harinya.
Ia mengkhawatirkan jika tidak dilakukan perbaikan pada tahun 2026 ini, akan semakin menambah derita masyarakat di wilayah Pantai Barat. “Sebaiknya Gubernur Sumut langsung turun melalui jalan darat, agar melihat langsung apa yang terjadi dengan kerusakan infrastruktur tersebut,” tegasnya.
Kerusakan jalan juga berdampak pada kenaikan harga bahan pokok dan material pembangunan. Salah satunya adalah harga semen yang melambung tinggi secara drastis akibat kesulitan distribusi.(id100)












