Harga Daging Ayam Dan Telur Naik, Masyarakat Mengeluh

  • Bagikan
Ali Umar pedagang ayam pasar impres yang diwawancarai Waspada. Waspada/Kristian Brahmana
Ali Umar pedagang ayam pasar impres yang diwawancarai Waspada. Waspada/Kristian Brahmana

TEBINGTINGGI (Waspada): Dua pekan menjelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H, harga daging ayam potong serta telur mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pedagang ayam di Pasar Impres, Kota Tebingtinggi, Senin(26/2).

Ali Umar, saat dikonfirmasi Waspada terkait naiknya harga daging ayam serta telur mengatakan benar bahwasanya sudah 3 hari ini harga daging ayam dan telur naik cukup signifikan dari harga sebelumnya.

“Sebelumnya harga daging ayam potong perkilonya Rp26 ribu, sekarang harganya Rp29 ribu, sedangkan telur kemarin harganya masih Rp40 ribu perpapan, hari ini sudah Rp50 ribu perpapan. Kenaikan harga ini disebabkan tingginya permintaan pasar”, kata Ali Umar.

Lanjutnya, Ali mengungkapkan jika harga ini masih akan terus naik mendekati Bulan Suci Ramadhan 1445 H, karena dapat dipastikan permintaan akan semakin tinggi, dan ditakutkan stok ayam kurang.

“Harga akan terus naik beberapa hari ini. Hal itu dapat dipastikan karena permintaan akan terus meningkat jelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H. Karena pada saat bulan puasa banyak masyarakat yang mendadak jadi pedangang makanan”, ungkapnya.

Salah seorang warga, Nila Pempiana, 55, kepada wartawan mengatakan bahwa sebagai seorang ibu rumah tangga dirinya merasa sangat tersiksa dengan naiknya beberapa harga bahan pokok setelah pemilu terjadi.

“Siap pemilu, semua harga kebutuhan dapur pun ikut naik pusing liat harganya, uang belanja dikasih suami tetap, harga naik ntah cemana mengakalinya, semoga harga dapat kembali stabil”, kata Nila.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Zahidin kepada Waspada mengatakan bahwa memang betul ada kenaikan harga pada ayam, namun yang mengalami kenaikan yang sangat tinggi itu terletak pada cabai dan beras. Kenaikan harga itu bukan hanya di Kota Tebingtinggi melainkan nasional.(a37)

  • Bagikan